, MEDAN, – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan bahwa rumor ketahanan pangan merupakan tanggung jawab esensial pemerintah di seluruh tingkatan, mulai dari desa hingga nasional. Penegasan ini disampaikan menyusul pengarahan Presiden RI Prabowo Subianto nan menjadikan sektor pangan sebagai program prioritas nasional. Bobby menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar ini tidak hanya bertumpu pada kepala keluarga, melainkan wajib dijamin oleh negara.
Pernyataan tersebut diutarakan Bobby usai menghadiri penutupan training dan pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumut, Selasa. Ia menyebut persoalan pangan berkarakter mendasar dan krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
"Karena itu, ketahanan pangan menjadi tanggung jawab pemerintah di seluruh tingkatan," kata Bobby. Ia menambahkan, tugas utama pemerintah saat ini adalah memastikan program prioritas presiden dapat terimplementasi secara nyata hingga ke tingkat paling bawah serta dipahami oleh seluruh komponen masyarakat.
Implementasi Program Pertanian Prabowo
Gubernur Bobby Nasution menilai beragam program nan digagas Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian telah melangkah dengan baik dan menunjukkan hasil nan signifikan. Salah satu parameter keberhasilan nan disorot adalah tingginya tingkat penyerapan hasil panen petani oleh pemerintah.
Bobby merujuk pada info Perum Bulog nan per 24 Juli 2026 mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri telah mencapai 3,5 juta ton setara beras. Angka tersebut setara dengan 87 persen dari sasaran nasional nan dipatok sebesar 4 juta ton.
"Hari ini kami memandang program-program sudah dilakukan oleh bapak Presiden sejalan semua, termasuk di bagian pertanian. Kita tahu data-data gimana penyerapan petani hari ini sudah sangat baik,” ujar Bobby.
Kolaborasi dengan Tani Merdeka
Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga membujuk organisasi Tani Merdeka untuk terus memperkuat kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia optimistis sinergi ini dapat mengoptimalkan beragam program pertanian lantaran organisasi tersebut dinilai mempunyai sumber daya manusia nan mumpuni di bidangnya.
"Nanti dengan Tani Merdeka, mungkin bisa kita kolaborasikan program-programnya. Karena kami percaya semuanya sudah ada expert (pakar)nya di sana," kata Bobby.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Sumut Gusmiyadi memberikan apresiasi atas support Gubernur terhadap sektor pertanian. Pihaknya mendukung penuh rencana penerapan zonasi pertanian dan peternakan di Sumut nan dinilai sebagai langkah strategis untuk pembangunan pangan daerah.
Gusmiyadi juga menyampaikan bahwa Sumatera Utara bakal menjadi tuan rumah pertemuan petani se-Indonesia, menggantikan rencana awal sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029. "Kita pastikan Sumatera Utara bakal menjadi pedoman konsolidasi kaum petani di seluruh Indonesia,” tegas Gusmiyadi.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·