Rutin Latihan Beban Bisa Pangkas Risiko Serangan Jantung, Ini Penjelasan Riset

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Rutin Latihan Beban Bisa Pangkas Risiko Serangan Jantung, Ini Penjelasan Riset Ilustrasi(Magnific)

SELAMA bertahun-tahun, olahraga kardio seperti berlari, bersepeda, alias berenang selalu menjadi rekomendasi utama untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, sebuah studi terbaru berskala besar menepis dugaan hanya kardio nan bisa melindungi jantung. Riset tersebut mengungkapkan latihan kekuatan (strength training) alias latihan beban mempunyai peran nan tidak kalah krusial dalam menurunkan akibat serangan jantung dan stroke.

Studi nan melacak info kesehatan ribuan orang dewasa selama beberapa dasawarsa ini menemukan bahwa perseorangan nan rutin melakukan latihan kekuatan, seperti angkat beban, push-up, alias latihan menggunakan tali resistensi, mempunyai kemungkinan nan jauh lebih mini untuk terkena penyakit kardiovaskular, terlepas dari apakah mereka melakukan olahraga kardio alias tidak.

Secara biologis, latihan kekuatan bekerja dengan langkah meningkatkan massa otot tanpa lemak. Massa otot nan lebih tinggi membantu tubuh membakar kalori secara lebih efisien, nan pada gilirannya meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah. Selain itu, latihan kekuatan secara konsisten terbukti dapat menurunkan tekanan darah rehat dan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, dua aspek akibat utama pemicu serangan jantung.

Dr. Timothy Miller, seorang ahli kedokteran olahraga di The Ohio State University Wexner Medical Center, memberikan pandangannya mengenai temuan ini. "Banyak orang mengira kesehatan jantung hanya berangkaian dengan aktivitas nan membikin Anda terengah-engah seperti berlari," kata Dr. Miller. "Namun, latihan kekuatan membangun jaringan otot nan bertindak sebagai spons untuk memproses glukosa dan mengelola metabolisme tubuh, nan secara langsung meringankan beban kerja jantung Anda."

Menariknya, Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran untuk mendapatkan faedah ini. Data penelitian menunjukkan bahwa melakukan latihan kekuatan selama 30 hingga 60 menit saja per minggu sudah cukup untuk memberikan perlindungan nan signifikan bagi jantung.

Meskipun latihan kekuatan berdiri sendiri sudah memberikan akibat positif, kombinasi antara kardio dan latihan beban tetap menjadi formula terbaik untuk kebugaran total. Kardio memperkuat daya tahan otot jantung itu sendiri, sementara latihan beban memperbaiki profil metabolik tubuh secara keseluruhan.

Bagi pemula, para mahir menyarankan untuk memulai secara berjenjang guna menghindari cedera. Anda bisa memulainya dengan latihan beban tubuh sendiri (bodyweight exercise) di rumah, seperti squat, lunges, dan plank, sebanyak dua kali seminggu, sebelum perlahan beranjak menggunakan beban tambahan. Langkah sederhana ini bisa menjadi investasi jangka panjang nan sangat berbobot untuk kesehatan jantung Anda. (Eating Well/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia