Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2026 |17:33 WIB

Ekspor BBM Rusia (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah Rusia bakal mulai memberlakukan larangan ekspor bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 sebagai langkah menjaga kesiapan daya dalam negeri dan menstabilkan nilai di tengah gejolak pasar dunia akibat bentrok antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kebijakan tersebut diumumkan setelah pemerintah Rusia menilai tekanan geopolitik di area Timur Tengah telah memicu volatilitas nilai minyak bumi dan produk turunannya. Meski demikian, permintaan ekspor daya Rusia di pasar internasional tetap tinggi.
Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak mengatakan keputusan itu diambil setelah rapat pertimbangan pasar bahan bakar domestik nan dipimpinnya pada akhir pekan ini.
Dalam rapat tersebut, pemerintah memberi perhatian unik pada pengarahan Presiden Vladimir Putin agar nilai BBM domestik tidak melampaui proyeksi nan telah ditetapkan.
Menurut laporan Kementerian Energi Rusia, aktivitas pengolahan minyak saat ini tetap berada pada level stabil setara Maret 2025. Kondisi itu dinilai cukup untuk menjamin pasokan bahan bakar di pasar domestik.
Selain itu, perusahaan-perusahaan daya Rusia juga melaporkan persediaan bensin dan solar dalam kondisi aman, didukung tingkat utilisasi kilang nan tinggi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Perhatian unik diberikan pada sasaran nan ditetapkan Presiden Rusia untuk mencegah nilai bahan bakar domestik naik melampaui perkiraan. Kementerian Energi melaporkan situasi terkini pasar bahan bakar domestik, tingkat pengolahan minyak tetap pada level Maret 2025 sehingga memastikan pasokan produk minyak stabil," tulis laporan Pemerintah Rusia dikutip dari beragam Sumber, Minggu (29/3/2026).
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·