Rusia Klaim Cegat 550 Drone Ukraina, Serangan di Moskow Tewaskan Tiga Orang

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Rusia Klaim Cegat 550 Drone Ukraina, Serangan di Moskow Tewaskan Tiga Orang Ukraina(Media Sosial X)

KEMENTERIAN Pertahanan Rusia melaporkan sistem pertahanan udara mereka sukses mencegat lebih dari 550 pesawat tanpa awak (drone) asal Ukraina dalam serangan besar-besaran nan terjadi semalam.

"Aset tugas pertahanan udara mencegat dan menghancurkan 556 kendaraan udara tak berawak bersayap tetap milik Ukraina," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia melalui media sosial pada hari Minggu. Serangan udara masif tersebut terdeteksi menyasar lebih dari selusin wilayah di Rusia.

Di wilayah Moskow sendiri, serangan drone ini dilaporkan menewaskan tiga orang. Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, mengonfirmasi kejadian fatal tersebut terjadi akibat gempuran skala besar nan menyasar area di sekitar ibu kota Rusia sejak awal hari.

"Seorang wanita tewas akibat UAV (drone) menghantam sebuah rumah pribadi. Satu orang lagi terjebak di bawah reruntuhan," tulis Gubernur Andrey Vorobyov di saluran Telegram miliknya. Ia menambahkan bahwa serangan pagi buta itu juga merenggut nyawa dua orang pria.

Menurut Vorobyov, pasukan pertahanan udara telah berupaya menghalau serangan masif ini sejak pukul tiga pagi. Selain korban jiwa, akomodasi prasarana ikut menjadi sasaran, dan sedikitnya empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Sementara itu, untuk wilayah dalam kota Moskow, pihak berkuasa melaporkan sistem pertahanan udara sukses mencegat setidaknya 74 drone semalam. Serangan di wilayah perkotaan ini menyebabkan 12 orang terluka.

"Kerusakan minor tercatat di lokasi-lokasi jatuhnya puing-puing drone," ungkap Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melalui unggahan di Telegram. Sobyanin menambahkan, total ada 120 drone nan sukses dicegat di wilayahnya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Meskipun wilayah di sekitar ibu kota Rusia cukup sering menjadi sasaran pesawat tanpa awak, pusat kota Moskow sendiri terbilang jarang menjadi sasaran langsung.

Pihak berkuasa Rusia tidak merinci dari mana drone-drone tersebut diluncurkan. Namun, Ukraina diketahui rutin meluncurkan serangan ke dalam wilayah Rusia dengan sasaran situs militer dan energi. Aksi tersebut diklaim Kyiv sebagai respons atas pemboman harian oleh militer Rusia nan telah berjalan selama lebih dari empat tahun.

Eskalasi serangan antara Moskow dan Kyiv kembali meningkat setelah kedua belah pihak melakukan pertukaran tahanan dan berakhirnya masa gencatan senjata selama tiga hari pada hari Selasa lalu. Sebelumnya pada hari Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga telah berjanji untuk meluncurkan lebih banyak serangan balasan, sehari setelah serangan Rusia di Kyiv menewaskan 24 orang. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑