Rusia Kebobolan, Kota Putin Berhasil Ditembus Jelang Hajatan Besar

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ukraina melancarkan serangan drone ke jantung kota asal Presiden Rusia Vladimir Putin, St. Petersburg, dengan menghantam terminal minyak serta kapal perang Rusia nan sedang berada di galangan perbaikan. Serangan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum forum ekonomi tahunan jagoan Kremlin dimulai, dalam sebuah langkah nan dinilai sebagai upaya mempermalukan Putin di panggung internasional.

Serangan terhadap kota terbesar kedua Rusia tersebut menambah eskalasi terbaru dalam perang nan telah berjalan lebih dari empat tahun tanpa tanda-tanda bakal segera berakhir. Di saat Moskow dan Kyiv terus meningkatkan intensitas serangan satu sama lain, Ukraina tampaknya sengaja memilih momen nan sensitif, ialah menjelang pembukaan forum ekonomi nan sering disebut sebagai "Davos jenis Rusia" dan menjadi arena Kremlin menarik investasi asing.

Pemerintah Rusia menegaskan bakal terus melancarkan serangan jawaban secara sistematis terhadap Ukraina sebagai respons atas serangan-serangan semacam itu. Kremlin menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari "paradigma" baru dalam bentrok nan berkepanjangan ini.

Gubernur St. Petersburg Alexander Beglov mengatakan sejumlah objek prasarana di tiga distrik berbeda di kota berpenduduk lebih dari 5 juta jiwa itu menjadi sasaran serangan.

"Sejumlah akomodasi mengalami kerusakan. Operasi pembersihan sedang berlangsung. Beberapa orang mengalami luka-luka. Tidak ada korban jiwa," kata Beglov dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Kamis (4/6/2026).

Sementara itu, Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, mengatakan sistem pertahanan udara Rusia sukses menjatuhkan 59 drone Ukraina sepanjang malam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mengonfirmasi bahwa drone negaranya menyerang terminal bahan bakar di St. Petersburg.

Ia juga menyebut bahwa sasaran lain adalah akomodasi militer di Kronstadt, sebuah area pulau dekat kota tersebut nan menjadi letak elemen-elemen Armada Baltik Rusia serta pusat pembangunan dan perbaikan kapal perang.

Ukraina apalagi merilis video nan diklaim menunjukkan sebuah drone menghantam kapal korvet Rusia Boiky nan saat itu berada di galangan kering di Kronstadt.

Sejumlah video nan beredar di media sosial dan belum terverifikasi menunjukkan penduduk merekam drone jenis pesawat nan melintas di atas beberapa bagian kota. Dalam rekaman itu terlihat kobaran api diduga berasal dari terminal ekspor bahan bakar nan menjadi sasaran serangan.

Terdengar pula bunyi nan diduga tembakan sistem pertahanan udara Rusia, namun salah satu drone tampak tetap melanjutkan penerbangannya tanpa terhalang.

Serangan tersebut dinilai sangat sensitif mengingat pentingnya forum ekonomi internasional nan digelar Kremlin setiap tahun di St. Petersburg.

Ajang tersebut merupakan salah satu aktivitas unggulan Rusia untuk menunjukkan daya tarik ekonominya kepada penanammodal dan mitra internasional di tengah tekanan hukuman Barat.

Karena itu, serangan Ukraina diperkirakan memunculkan pertanyaan di dalam negeri Rusia mengenai efektivitas sistem pertahanan udaranya sendiri.

Meski demikian, letak utama forum ekonomi disebut mendapat perlindungan keamanan nan sangat ketat dan tidak ada indikasi drone Ukraina sukses mendekati area penyelenggaraan acara.

Pada Rabu pagi, asap abu-abu tebal terlihat membumbung dari pusat kota berhistoris St. Petersburg.

Dampak serangan juga dirasakan sektor transportasi udara. Otoritas penerbangan Rusia menyatakan Bandara Pulkovo di St. Petersburg sempat memberlakukan pembatasan operasional penerbangan untuk sementara waktu.

Media lokal melaporkan lebih dari 30 penerbangan mengalami keterlambatan maupun pembatalan akibat ancaman serangan drone.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News