Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata saat Paskah Ortodoks

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China, Senin (1/9/2025). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP

Presiden Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata selama 32 jam dengan Ukraina pada Kamis (9/4). Penghentian pertempuran dilakukan selama seremoni Paskah Ortodoks.

Permintaan Putin direspons positif oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia menyebut Ukraina bakal mematuhi gencatan senjata.

Perang Rusia dan Ukraina telah berjalan selama empat tahun. Adapun seremoni Paskah Ortodoks nan menjadi momentum gencatan senjata dirayakan pada Minggu (12/4).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Jumat (28/2/2025). Foto: Saul Loeb/AFP

Pengumuman Putin ini mirip dengan langkah serupa selama 30 jam pada tahun lalu. Namun, saat itu Rusia dan Ukraina saling menuduh mengenai pelanggaran gencatan senjata.

Melalui pernyataan resminya, Kremlin menyatakan gencatan senjata dimulai pada Sabtu (11/4) pukul 16.00 hingga Minggu (12/4) tengah malam waktu setempat.

“Kami melanjutkan dengan dugaan bahwa pihak Ukraina bakal mengikuti contoh Federasi Rusia,” demikian bunyi pengumuman Kremlin.

Usai pengumuman tersebut, Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov meminta Panglima Militer Jenderal Valery Gerasimov menghentikan serangan dari segala arah.

Sementara itu, Presiden Zelensky menekankan bahwa Ukraina merupakan pihak nan berulang kali menyerukan penghentian pertempuran.

“Ukraina telah berulang kali menyatakan bahwa kami siap untuk langkah-langkah timbal balik. Kami mengusulkan gencatan senjata selama liburan Paskah tahun ini dan bakal bertindak sesuai dengan itu,” tulis Zelensky di Telegram.

“Rakyat memerlukan Paskah tanpa ancaman dan langkah nyata menuju perdamaian, dan Rusia mempunyai kesempatan untuk tidak kembali menyerang apalagi setelah Paskah,” sambungnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan