Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia dan Ukraina dikabarkan menyepakati gencatan senjata selama 32 jam untuk peringatan Paskah Ortodoks. Tapi, Ukraina menyebut kesepakatan itu langsung dilanggar Rusia.
Mengutip AFP, Minggu (12/4/2026), Komando militer Ukraina menuduh Rusia berulang kali melanggar gencatan senjata untuk memperingati Sabtu Paskah Ortodoks dengan nyaris 470 kejadian nan meliputi serangan udara dan serangan pesawat tak berawak hingga penembakan.
Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui memerintahkan gencatan senjata pada hari Kamis lalu, alias lebih dari seminggu setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pertama kali mengusulkan usulan tersebut. Kedua pihak kemudian sepakat untuk mematuhinya.
Gencatan senjata tersebut semestinya berjalan selama 32 jam, dari pukul 16.00 waktu setempat pada Sabtu (11/4) hingga akhir hari Minggu (12/4). Namun pada Sabtu malam, militer Ukraina, lewat akun Facebook-nya, mengatakan ada 469 pelanggaran gencatan senjata telah tercatat.
Ukraina menyebut ada 22 tindakan penyerangan oleh musuh, 153 serangan penembakan, 19 serangan oleh pesawat tak berawak dan 275 serangan oleh pesawat tak berawak FPV. Secara total, militer Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah melakukan 57 serangan udara dan menjatuhkan 182 peledak udara berpemandu, serta mengerahkan 3.928 drone dan melakukan 2.454 serangan artileri di wilayah berpenduduk dan posisi pasukan kami.
Di wilayah Kursk, Rusia, nan berbatasan dengan Ukraina, Gubernur Alexander Khinshtein juga menuduh Kyiv melanggar gencatan senjata dengan menyerang sebuah SPBU di kota Lgov dengan drone. Serangan itu disebut melukai tiga orang, termasuk seorang bayi.
Dalam pidatonya pada Sabtu malam, Zelensky menyerukan gencatan senjata nan lebih lama.
"Kami telah mengusulkan proposal ini kepada Rusia, dan jika Rusia sekali lagi memilih perang daripada perdamaian, ini bakal sekali lagi menunjukkan kepada dunia, dan kepada Amerika Serikat, siapa nan sebenarnya menginginkan apa," ujarnya.
Warga Kharkiv, sebuah kota dekat perbatasan Rusia dan menjadi sasaran serangan harian, telah waspada terhadap gencatan senjata tersebut.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·