Rusia Amati Kelakuan AS-Israel, Warning Serangan Darat ke Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Keamanan Rusia memberi peringatan ke Iran terhadap potensi operasi darat oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Peringatan keluar seiring berlangsungnya negosiasi antara Washington dan Teheran.

Dalam pernyataan resminya, badan nan berada di bawah kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin itu menilai pembicaraan tenteram bisa dimanfaatkan sebagai celah untuk menyiapkan langkah militer.

"AS dan Israel dapat menggunakan pembicaraan tenteram untuk mempersiapkan operasi darat terhadap Iran," demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari RT, Sabtu (18/4/2026).

Peringatan ini muncul seiring laporan bahwa Pentagon terus meningkatkan kehadiran militernya di area Timur Tengah, meskipun jalur diplomasi tetap dibuka. Rusia menilai penguatan pasukan tersebut menjadi parameter adanya skenario eskalasi konflik.

Adapun ketegangan meningkat setelah serangan campuran AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, nan terjadi saat negosiasi mengenai program nuklir tetap berlangsung. Sebelumnya, Israel juga sempat menyerang akomodasi nuklir Iran pada Juni lalu, memicu bentrok bersenjata selama 12 hari.

Dewan Keamanan Rusia memperingatkan, jika negosiasi kembali gagal, eskalasi militer berpotensi meningkat signifikan dalam waktu singkat.

"Jika negosiasi kandas mencapai tujuan nan dimaksud, permusuhan dapat bersambung dengan intensitas nan lebih besar setelah dua minggu," lanjut pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Iran menegaskan lebih memilih penyelesaian permanen dibanding sekadar perpanjangan gencatan senjata. Teheran menuntut agunan keamanan, pencabutan sanksi, serta kewenangan untuk melanjutkan pengayaan uranium untuk tujuan damai.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf apalagi memperingatkan kesiapan negaranya menghadapi kemungkinan invasi darat.

"Iran siap menghadapi serangan darat dan bakal menghujani mereka dengan tembakan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Teheran tidak bakal ragu membalas dengan menyerang prasarana daya di negara-negara Teluk jika bentrok meluas.

Rusia menilai, meski tekanan meningkat, kondisi internal Iran tetap stabil. Pemerintah dan militer disebut tetap solid, dengan support publik nan menguat sejak serangan terakhir satu separuh bulan lalu.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News