Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |11:08 WIB

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan info pasar spot, mata duit Garuda dibuka melemah ke level Rp17.885 per Dolar AS, nan mencerminkan adanya kemerosotan hingga nyaris 80,5 poin terhadap pergerakan Rupiah.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa depresiasi tajam nan dialami Rupiah hari ini dipicu oleh kombinasi ketegangan geopolitik internasional nan memanas serta gejolak kebijakan jual beli di Amerika Serikat.
Di panggung global, sikap cuek Iran terhadap AS memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan. Iran dilaporkan tidak lagi meneruskan pesan berupa draf-draf nota kesepahaman kepada Pakistan. Di sisi lain, Iran menuntut agar kesepakatan tenteram dengan AS juga mencakup wilayah Lebanon, serta memunculkan indikasi kuat bakal keterlibatan mereka dalam bentrok Israel-Lebanon.
“Iran kemungkinan besar bakal ikut kombinasi dalam perang Israel-Lebanon, nan ini membikin ketegangan tersendiri sehingga membikin indeks dolar kembali mengalami penguatan nan cukup signifikan,” ujar Ibrahim, Selasa (2/6/2026).
Selain rumor Timur Tengah, sentimen negatif dunia diperparah oleh langkah Presiden AS Donald Trump nan menandatangani proklamasi perubahan tarif impor untuk komoditas tembaga, aluminium, dan besi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·