Rupiah Tersungkur! Dolar AS Tembus Rp 17.500 untuk Pertama Kali

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Petugas menunjukkan pecahan mata duit dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran duit Indorate Prima, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.  

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Berdasarkan info Bloomberg nan dikutip detikFinance, kurs dolar AS pada pukul 10.10 WIB berada di level Rp 17.520 alias naik 106 poin setara 0,61%.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Padahal saat pembukaan perdagangan sekitar pukul 09.06 WIB, dolar AS tetap berada di level Rp 17.487. Dalam waktu sekitar satu jam, mata duit Negeri Paman Sam kembali melonjak sekitar Rp 33.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata duit AS juga tercatat menguat terhadap sejumlah mata duit utama bumi seperti dolar Australia, euro, dolar Singapura, yen Jepang, baht Thailand, hingga ringgit Malaysia.  

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Lonjakan kurs turut berakibat pada nilai jual dolar AS di perbankan nasional. Sejumlah bank apalagi mulai menjual dolar AS di atas Rp 17.600. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tercatat mematok kurs jual dolar AS sebesar Rp 17.660. Sementara OCBC NISP dan BRI menjual dolar AS di kisaran Rp 17.615-Rp 17.616.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Melemahnya rupiah memicu kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional, terutama mengenai tekanan impor, kenaikan nilai barang, dan potensi inflasi. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan pemangku kepentingan segera mengantisipasi akibat pelemahan rupiah agar kondisi ekonomi tidak semakin terpuruk.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Angka tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Pelemahan rupiah kali ini juga melampaui level krisis nan sebelumnya terjadi pada masa pandemi COVID-19 maupun gejolak finansial dunia beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membikin pelaku pasar terus mencermati langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta kepercayaan pasar finansial domestik.

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance