Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mendag: Bagus Buat Ekspor

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
 Bagus Buat Ekspor Menteri Perdagangan Budi Santoso(MI/Ihfa Firdausya)

Menteri Perdagangan Budi Santoso menanggapi pelemahan rupiah nan telah menembus Rp18.000 per dolar AS. Mendag mengatakan kondisi tersebut merupakan kesempatan penguatan ekspor Indonesia.

"Kalau kami kan kaitannya dengan ekspor. Sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus," ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (4/6).

"Kita kan surplus (perdagangan) naik 5,48% Januari-April. Artinya sebenarnya kita kondisinya tetap bagus dengan kondisi sekarang, ekspor kita tetap naik," imbuhnya.

Mendag mengatakan dengan situasi anjloknya rupiah, pemerintah juga membuka opsi barter perdagangan dengan negara lain.

"Kita juga ada pengganti misalnya pakai barter. Nanti tanggal 12 (Juni) kita ketemu dengan pengusaha Filipina. Jadi kemarin waktu aktivitas ASEAN kami ketemu salah satu pengusaha dari Filipina, dia impor peralatan kita selama ini lantaran di Filipina juga nilai tukarnya lagi kurang bagus," ujarnya.

Terkait akibat pelemahan rupiah terhadap nilai komoditas pangan, mendag memastikan harga-harga tetap stabil.

"Coba dicek di SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) harganya stabil. Stok bahan pokok normal. Bahkan telur saja surplus. Itu kan bahan pakannya segala macam juga pasti naik, tapi tetap surplus. Bahkan harganya malah di bawah HET sehingga kudu ada penyerapan nan bagus. Jadi sebenarnya relatif bagus ya, tinggal kita gimana mengatur antara suplai dengan permintaan," paparnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑