Ilustrasi(Antara)
RUPIAH ditutup menguat pada akhir sesi perdagangan Jumat (4/9). Berdasarkan info pasar, mata duit Indonesia naik 37 poin alias sebesar 0,21% ke level Rp17.642 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.679 per dolar AS.
Penguatan ini didorong oleh meningkatnya spekulasi pasar terhadap potensi pelemahan dolar AS dalam waktu dekat. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa tren positif rupiah sejalan dengan dinamika pasar dunia nan mulai menjauhi mata duit Paman Sam.
"Meningkatnya ekspektasi terhadap pelemahan dolar AS lebih lanjut, di tengah berlanjutnya apresiasi yen, turut mendukung tren penguatan rupiah," kata Josua di Jakarta, Jumat.
Faktor Utama Pendorong Penguatan Rupiah
Terdapat tiga aspek krusial nan menjadi motor penguatan nilai tukar hari ini:
- Apresiasi Yen Jepang: Adanya potensi intervensi terkoordinasi pada yen serta proyeksi kenaikan suku kembang oleh Bank of Japan (BoJ) dinilai bisa memangkas kekuasaan dan permintaan terhadap dolar AS.
- Rotasi Aset Investor: Para pelaku pasar mulai memindahkan sebagian portofolio biaya mereka dari dolar AS menuju instrumen mata duit di area Asia dan negara berkembang (emerging markets).
- Sinyal Dovish The Fed: Pernyataan pejabat Federal Reserve, Christopher Waller, memberikan indikasi bahwa bank sentral AS tersebut mempertimbangkan untuk menjaga stance kebijakan moneter jika laju inflasi terus menunjukkan perlambatan.
Josua menambahkan bahwa pernyataan dovish dari pejabat The Fed tersebut secara langsung menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku kembang pada pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) September 2026.
"Hingga pagi ini, probabilitas kenaikan suku kembang pada pertemuan FOMC September 2026 nan tercermin di pasar hanya berada di sekitar 50%. Hal ini semakin menekan permintaan terhadap dolar AS," jelasnya.
Kondisi penguatan di pasar spot ini juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Data JISDOR mencatat rupiah menguat ke level Rp17.636 per dolar AS, naik signifikan dari posisi hari sebelumnya nan berada di level Rp17.689 per dolar AS. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·