Seiring dengan kian melemahnya nilai tukar alias kurs rupiah terhadap dolar AS, jasa penukaran mata duit asing alias money changer mencatat kenaikan permintaan dolar AS, baik itu penukaran jual maupun beli.
Berdasarkan info Bloomberg, satu dolar AS setara Rp 17.606 pada Jumat pagi (15/5) pukul 9.35 WIB, melemah 77 poin alias 0,44 persen. Pada pukul 15.00 WIB, nilai tukar sedikit menguat menjadi Rp 17.596 per dolar AS.
Fenomena tersebut terlihat pada salah satu money changer di Jakarta Pusat. Petugas money changer tersebut, Dian, mengatakan bahwa terjadi kenaikan penukaran dolar AS terhadap rupiah namalain penjualan dolar AS lantaran nilainya sedang tinggi.
"Banyak nan jual, kan (kurs rupiah) naik sempat Rp 17.600. Ada kayaknya 50-60 persen," ungkapnya kepada kumparan, Jumat (15/5).
Dian menjelaskan, biasanya pelanggannya menjual dolar AS jika harganya tinggi, namun sebaliknya jika rupiah sedang menguat, maka pengguna condong memborong dolar AS.
"Kalau dia lagi tinggi dia biasanya jual. Kalau lagi rendah, mereka dia beli biasanya," katanya.
Biasanya, pelanggannya menukar mulai dari rentang USD 100-USD 10.000. Dian menyebut money changer-nya bisa memberikan nilai nan lebih baik kepada pengguna setia.
Sementara itu, penjaga money changer lainnya, Bimo, membenarkan bahwa permintaan dolar AS sedang naik. Namun, money changer di wilayah Jakarta Selatan itu memandang tren kenaikan terjadi pada penukaran rupiah terhadap dolar AS namalain pembelian.
Menurut Bimo, pelanggannya tetap banyak mencari dolar AS meskipun harganya kian melambung. Sebab, mereka percaya bahwa pelemahan kurs rupiah bakal terus berlanjut.
"Demand-nya memang lagi banyak nan nyari. Mungkin lantaran isunya kan bakalan naik ke Rp 20.000 (per dolar AS). Kita enggak tahu bakal bener alias enggak," katanya.
Bimo menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumnya, pelanggannya condong banyak menjual dolar AS ketika nilainya sedang tinggi.
Namun, kondisi saat ini berbeda lantaran terdapat kepercayaan bahwa pelemahan kurs rupiah tetap sangat signifikan.
"Secara rasio itu demand nan tinggi alias enggak sama aja menurut saya. Cuma jika dibandingkan nan jual alias nan beli banyak nan mana, lebih banyak nan beli memang sekarang," jelas Bimo.
Dia mencatat kenaikan tren pembelian dolar AS di tempatnya bisa mencapai 50 persen dari sebelum kurs rupiah menembus Rp 17.000.
Menurutnya, tren permintaan beli alias jual ini tergantung pada nilai alias rate nan disediakan masing-masing money changer.
"Mungkin nilai mereka (kompetitor) lebih bagus daripada nilai saya jika untuk jualnya. Cuma jika untuk belinya, bagus nilai saya daripada nilai mereka. Makanya mungkin mereka nyarinya itu untuk beli ya ke saya," tutur Bimo.
Bimo menyebutkan, pelanggannya mempunyai beberapa tujuan penukaran uang. Selain untuk keperluan pelesir ke luar negeri, tempatnya juga menerima pengguna sektor upaya nan mau melakukan transaksi menggunakan kurs asing, ada juga untuk keperluan investasi.
Untuk keperluan usaha, biasanya pengguna menukar di atas USD 10.000. Namun, jika penukaran duit di atas USD 25.000, pengguna perlu melampirkan arsip bukti transaksi riil (underlying) pembelian kurs asing.
Sementara untuk keperluan investasi, biasanya pengguna melakukan pembelian secara berkala dengan kisaran USD 4.000 hingga USD 10.000 lantaran sensitif terhadap perubahan nilai tukar.
"Banyak nan tau sih, katanya mereka sih buat investasi. Katanya beberapa ada juga nan buat bayar karyawan," ungkap Bimo.
Selain dolar AS, Bimo juga memandang kenaikan permintaan pada kurs asing lain, utamanya dolar Singapura (SGD) nan juga sedang menguat signifikan.
Menurutnya, masyarakat juga lebih banyak menyimpan dolar Singapura lantaran lebih mudah ditukar dibandingkan dolar AS.
"Singapura, Jepang. Kalau Thailand, Ringgit (Malaysia) itu tergantung musim juga jika lagi ada aktivitas apa itu biasa ramai. Sekarang ini nan lagi naik permintaan itu selain USD itu ya Korea, Jepang," jelas Bimo.
Adapun kumparan sempat menelusuri sekitar enam money changer di sekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, namun dua tempat tutup lantaran libur bersama, lampau dua tempat lainnya enggan memberikan keterangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·