PDIP Wanti-wanti Jangan Sampai Tumpang Tindih URI dan Lemhannas

Sedang Trending 35 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mewanti-wanti potensi tumpang tindih kegunaan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan Universitas Republik Indonesia (URI) nan baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hasto menyoroti tujuan pendirian URI nan disebut sebagai lembaga untuk menciptakan para calon pemimpin nasional.

"Dalam konteks meningkatkan leadership Indonesia, Bung Karno sudah mendirikan Lemhannas sebenarnya. Supaya tidak tumpang tindih," kata Hasto di sekolah PDIP, Jakarta, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal, ujar Hasto, Lemhannas didirikan untuk memberikan pendidikan terhadap para calon pemimpin nasional, baik terhadap sipil maupun militer. Menurut dia, pemerintah mestinya mempertimbangkan aspek itu sebelum mendirikan URI.

"Nah, PDI Perjuangan beranggapan bahwa hal-hal tersebut nan semestinya dikedepankan terlebih dahulu," katanya.

Menurut Hasto, pendirian URI mestinya didahului dengan kajian mendalam. Pendirian perguruan tinggi, kudu mempunyai diferensiasi antara satu dengan nan lain.

Sebab, sekarang banyak universitas justru tak mempunyai perbedaan antara satu dengan nan lain. Padahal, banyak perguruan tinggi nan sejak awal didirikan dengan tujuan berbeda.

Misalnya, Universitas Cenderawasih dan Pattimura di Papua dan Maluku nan dimaksudkan untuk menciptakan para mahir maritim. Atau IPB untuk menciptakan para mahir pangan.

"Ini nan kemudian diferensiasi dalam universitas berasas perencanaan koridor strategis ini nan kudu disusun terlebih dulu sebelum mendirikan lembaga-lembaga baru," katanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan URI merupakan lembaga nan disiapkan untuk mencetak calon-calon pemimpin bangsa dengan mengangkat model lembaga pendidikan kepemimpinan nan diterapkan di sejumlah negara.

Menurut dia, sejumlah negara telah lebih dulu mengangkat lembaga serupa nan bekerja mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk mengisi kedudukan strategis di pemerintahan.

"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya saya jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan nan emang unik itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Namun, wacana pendirian URI menuai kritik lantaran tak dibahas berbareng DPR. Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian mengaku tak tahu soal kampus tersebut.

Lalu mengatakan Komisi X selaku mitra pemerintah di bagian pendidikan belum pernah membahas pembentukan URI. Dia karenanya tak tahu fungsi, dasar hukum, maupun anggaran lembaga tersebut.

Padahal, kata dia, pemerintah mestinya bisa memberikan penjelasan soal perbedaan alias nilai tambah URI dibanding banyak kampus alias sekolah kedinasan lain di Indonesia.

"Komisi X DPR RI hingga sekarang belum pernah membahas pembentukan URI, baik dalam rapat maupun agenda resmi. Kami belum menerima penjelasan umum mengenai dasar hukum, tugas, fungsi, maupun anggarannya," kata Lalu saat dihubungi, Kamis (24/7).

(thr/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional