Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS Akibat Prospek Suku Bunga The Fed

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS Akibat Prospek Suku Bunga The Fed Pelemahan rupiah terhadap Dolar AS(Usman Iskandar/MI)

NILAI tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi (19/6/2026). Tekanan terhadap kurs rupiah terjadi seiring dengan meningkatnya prospek kenaikan suku kembang bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pascapertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Berdasarkan info pasar pada Jumat pagi pukul 10.46 WIB, Mata Uang Rupiah bergerak melemah 51 poin alias 0,29 persen ke level Rp17.845 per dolar AS. Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya nan berada di level Rp17.794 per dolar AS.

Ringkasan Pergerakan Rupiah

Harga Saat Ini Rp17.845 per dolar AS
Perubahan Melemah 51 Poin (0,29%)
Penutupan Sebelumnya Rp17.794 per dolar AS
Rentang Prediksi Hari Ini Rp17.800 - Rp17.900 per dolar AS

Sentimen Global: Inflasi AS dan Sikap Hawkish The Fed

Analis mata duit Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS didorong oleh inflasi di Negeri Paman Sam nan saat ini menyentuh nomor 4,2 persen. Angka tersebut dinilai tetap sangat jauh dari sasaran stabilitas nilai nan ditetapkan The Fed sebesar 2 persen.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan komitmennya untuk mencapai sasaran inflasi tersebut sebagai tujuan jangka panjang. Sikap ini memicu ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter ketat tetap bakal berlanjut, nan pada gilirannya mendorong indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir.

Selain aspek suku bunga, kekhawatiran atas pasokan minyak mentah bumi akibat bentrok geopolitik turut memberikan sokongan bagi kekuatan greenback. Meski demikian, adanya kesepakatan tenteram tahap pertama antara AS dan Iran memberikan sedikit sentimen positif nan menahan kejatuhan Rupiah lebih dalam.

Sentimen Domestik dan Peran Bank Indonesia

Dari dalam negeri, terdapat beberapa aspek esensial nan menjaga kepercayaan investor. Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market (EM) memberikan kepastian di pasar modal.

Di sisi kebijakan moneter, langkah Bank Indonesia (BI) meningkatkan BI-Rate dianggap sebagai langkah krusial untuk menstabilkan nilai tukar. Pasar memproyeksikan BI tetap mempunyai ruang untuk meningkatkan suku kembang referensi sekitar 50 pedoman points (bps) ke depannya guna membentengi Mata Uang Rupiah dari volatilitas global.

Dengan mempertimbangkan beragam aspek tersebut, pergerakan Mata Uang Rupiah sepanjang hari ini diprediksi bakal berfluktuasi di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia