ilustrasi(Antara)
Nilai tukar rupiah pada Kamis (18/6) pagi bergerak melemah 94 poin alias 0,53% menjadi Rp17.856 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan pada Rabu (17/6) di level Rp17.762 per dolar AS. Merespon perihal itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurrahman menilai bahwa pelemahan rupiah hari ini lebih banyak dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku pasar menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, dibandingkan aspek esensial nan berubah secara signifikan.
“Investor condong menahan posisi sembari menunggu arah kebijakan BI, terutama mengenai suku kembang dan strategi stabilisasi nilai tukar. Selain itu, sentimen dunia seperti penguatan dolar AS, pergerakan imbal hasil US Treasury, dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi aspek dominan nan membatasi penguatan rupiah,” ucap Rizal saat dihubungi.
Rizal berpandangan bahwa pasca RDG BI, arah rupiah bakal sangat berjuntai pada kredibilitas kebijakan dan komunikasi bank sentral. Ia meyakini, jika BI bisa memberikan sinyal kuat mengenai komitmen menjaga stabilitas rupiah melalui bauran kebijakan moneter dan intervensi pasar valas, rupiah berkesempatan kembali menguat alias setidaknya bergerak lebih stabil. Namun, dia mengingatkan jika pasar menilai respons BI kurang memadai di tengah tekanan global, rupiah tetap berpotensi mengalami tekanan lanjutan.
“Saya memperkirakan ruang penguatan rupiah tetap terbuka, tetapi condong terbatas dan volatil. Selama ketidakpastian dunia tetap tinggi dan selisih suku kembang dengan negara maju belum banyak berubah, pergerakan rupiah kemungkinan tetap berada dalam rentang nan fluktuatif,” tutur dia.
Oleh lantaran itu, Rizal menegaskan bahwa menjaga kredibilitas kebijakan moneter, memperkuat arus masuk devisa ekspor, dan meningkatkan kepercayaan penanammodal terhadap esensial ekonomi domestik menjadi kunci agar penguatan rupiah lebih berkelanjutan, bukan sekadar didorong sentimen jangka pendek. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·