Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya tiga orang tewas dan tujuh lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, setelah terjadi penembakan di restoran In-N-Out Burger di wilayah selatan negara bagian Idaho, Amerika Serikat (AS), Sabtu (1/8/2026) waktu setempat.
Juru bicara Kota Twin Falls, Josh Palmer, mengatakan polisi nan merespons kejadian tersebut menemukan jasad terduga pelaku penembakan di area dekat restoran. Namun, dia belum dapat memastikan apakah pelaku termasuk dalam jumlah korban tewas nan diumumkan.
"Pejabat tetap menghubungi family para korban sehingga kami belum dapat merilis nama, usia, maupun rincian lain mengenai para korban nan terluka dalam penembakan ini," kata Palmer, dilansir The Guardian.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Twin Falls Matthew Hicks mengatakan abdi negara tetap berupaya mengidentifikasi pelaku serta motif di kembali tindakan penembakan tersebut. Polisi juga tengah memeriksa para saksi nan berada di letak kejadian.
"Kami percaya ancaman terhadap masyarakat sudah berakhir," ujar Hicks. "Itu adalah situasi nan sangat kacau," tambahnya.
Penembakan terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat di restoran In-N-Out nan baru dibuka dan berlokasi di sebuah pusat perbelanjaan nan ramai. Saat kejadian berlangsung, ratusan orang dilaporkan berada di sekitar area tersebut.
Salah seorang saksi, Nayeli Rodriguez (40), penduduk Burley, mengaku sedang menunggu pesanan makanan berbareng anak-anak perempuannya ketika mendengar bunyi tembakan dari arah dapur restoran.
Menurut Rodriguez, seorang pegawai restoran langsung memberi tahu visitor bahwa telah terjadi penembakan dan meminta semua orang untuk berlindung.
Rodriguez mengatakan seorang laki-laki lanjut usia berupaya melindungi dirinya dan kedua anaknya. Mereka kemudian menjadi golongan terakhir nan sukses keluar dari restoran.
"Kami berupaya pergi sejauh mungkin dan beberapa malaikat mengizinkan kami masuk ke mobil mereka," kata Rodriguez.
"Saya meninggalkan mobil saya di tempat parkir," lanjutnya.
Saksi lainnya, Lane Koehn (34), mengatakan dirinya sedang berakhir di lampu lampau lintas dekat restoran ketika memandang seseorang membawa senapan bergaya AR keluar dari area drive-thru.
Menurut Koehn, seorang laki-laki lain nan membawa pistol kemudian melepaskan tembakan ke arah pelaku. Ia juga memandang seorang pegawai In-N-Out menyeret korban lain nan mengenakan seragam restoran dan mengalami luka tembak di bagian dada melintasi area parkir.
Pegawai tersebut, Koehn, dan laki-laki nan membawa pistol kemudian memperkuat di letak hingga paramedis tiba.
"Dia terluka cukup parah, tetapi saya tidak tahu. Saya minta dia selamat," kata Koehn.
Koehn menambahkan polisi memerintahkannya untuk segera mengevakuasi diri lantaran situasi penembakan tetap berjalan aktif. Ia memperkirakan pelaku menembakkan setidaknya tiga hingga empat peluru. Namun, dia tidak mengetahui apakah ada sasaran tertentu dalam tindakan tersebut.
Sebuah video nan direkam pengemudi dari seberang jalan memperlihatkan seorang laki-laki nan diduga pelaku mengenakan busana hitam melangkah menuju sebuah mobil berwarna putih sembari membawa senapan laras panjang.
Dalam rekaman itu, laki-laki tersebut membuka pintu sisi pengemudi dan bagasi mobil sebelum melangkah menuju bagian belakang kendaraan dan mengambil sesuatu dari dalam bagasi.
Pengemudi nan merekam video kemudian segera meninggalkan letak lantaran cemas laki-laki itu hendak mengambil senjata tambahan.
Saksi lain, Haley Dodaro (43), penduduk Twin Falls, mengatakan dirinya dan ibunya sedang mengantre di jalur drive-thru ketika memandang banyak orang berlari menyeberang jalan dan pegawai restoran berceceran keluar dari gedung.
Menurut Dodaro, seorang petugas pengatur lampau lintas nan mengenakan rompi reflektif memberi tahu bahwa ada penembak aktif di lokasi.
"Orang-orang berlari keluar sembari menangis dan berteriak. Itu sangat menakutkan," ujarnya.
Restoran In-N-Out tersebut baru dibuka pada 24 Juli lampau sebagai bagian dari ekspansi terbaru perusahaan ke negara bagian Idaho.
Polisi menyebut sejumlah korban telah dibawa ke St. Luke's Magic Valley Medical Center untuk mendapatkan perawatan.
Juru bicara rumah sakit, Taylor Marschner, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan abdi negara penegak norma dan petugas darurat dalam menangani kejadian tersebut.
Rumah sakit saat ini "bekerja erat dengan abdi negara penegak norma dan petugas tanggap darurat saat mereka menangani situasi ini", kata Marschner dalam pernyataannya.
Kota Twin Falls sendiri mempunyai populasi sekitar 56.000 jiwa. Wilayah tersebut terletak sekitar 130 mil alias 205 kilometer di tenggara Boise serta sekitar 75 mil alias 120 kilometer di utara perbatasan Nevada.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·