Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |15:34 WIB

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 16 poin alias sekitar 0,09 persen ke level Rp17.899 per dolar AS pada pada akhir perdagangan Jumat (9/10/2026),.

Analis pasar duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal ialah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington sedang melakukan "diskusi produktif" dengan Iran dan menegaskan tidak ada rencana serangan sebelum pemilihan umum sela Kongres pada 3 November, menyusul laporan media nan menyebut dia sedang mempertimbangkan serangan sebelum tanggal tersebut.

“Pada hari nan sama, instansi buletin Iran, Tasnim, melaporkan pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi bahwa Teheran sedang meninjau tanggapan AS terhadap usulannya untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

AS terus memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran dalam upaya mengakhiri bentrok nan sekarang telah memasuki bulan kedelapan tersebut. Pada hari Kamis, AS menjatuhkan hukuman baru nan menyasar sejumlah individu, jaringan, serta 17 kapal nan mengangkut minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia asal Iran.

Gubernur The Fed Christopher Waller pada hari Kamis menyatakan bahwa kenaikan suku kembang lebih lanjut diperlukan, namun dia tetap "fleksibel mengenai kecepatannya." Ia menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja sebagai sesuatu nan "kokoh dan stabil" pada bulan September meskipun laju pembuatan lapangan kerja melambat, seraya menambahkan bahwa tingkat inflasi tetap "terlalu tinggi."

Sementara Data ekonomi nan dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran AS turun menjadi 197.000 dari 199.000 pada minggu sebelumnya, nomor nan berada di bawah perkiraan pasar sebesar 200.000. Hari ini konsentrasi pasar bakal tertuju pada survei Sentimen Konsumen University of Michigan untuk bulan Oktober nan diperkirakan bakal memberikan gambaran mengenai pandangan rumah tangga terhadap kondisi ekonomi dan inflasi di AS.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑