Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Ini Penopangnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |16:15 WIB

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Ini Penopangnya

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Ini Penopangnya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 8 poin alias 0,05 persen ke level Rp17.632 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (8/9/2026).

Analis pasar duit dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal ialah para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa prasarana minyak dan gas di seluruh wilayah Teluk dapat menjadi sasaran jawaban atas serangan terhadap aset-asenya.

"Selat Hormuz tetap menjadi konsentrasi utama bagi pasar minyak. Iran menyatakan bakal memberlakukan area pembatasan baru di Teluk serta koridor pelayaran alternatif; langkah ini memicu kekhawatiran bahwa pengetatan pengawasan maritim dapat semakin memperlambat lampau lintas kapal tanker nan melintasi jalur perairan strategis tersebut," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Namun, lampau lintas justru meningkat di Selat Bab el-Mandeb, nan merupakan jalur perairan utama lainnya bagi kapal-kapal pengangkut komoditas. Data Kpler menunjukkan bahwa total 29 kapal pengangkut komoditas melintasi Bab el-Mandeb pada hari Senin, meningkat dari 17 kapal pada hari sebelumnya.

Meski demikian, adanya tanda-tanda diplomasi memberikan sedikit penyeimbang terhadap lonjakan nilai tersebut. Iran menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan di Selat Hormuz sudah nyaris tercapai, nan berpotensi menyediakan sistem untuk meredakan gangguan pelayaran.

Fokus pasar selanjutnya adalah info Indeks Harga Produsen (PPI) AS nan dijadwalkan bakal rilis pada hari Kamis, diikuti oleh info Indeks Harga Konsumen (CPI) nan bakal dirilis pada hari Jumat. Angka inflasi nan lebih tinggi bakal memperkuat ekspektasi kenaikan suku kembang The Fed. Pasar terus memperhitungkan kesempatan sekitar 60 persen bagi kenaikan suku kembang The Fed pekan depan, nan mencerminkan akibat dari laporan nonfarm payrolls AS nan kuat pada pekan lalu.

Dari sentimen domestik, Bank Indonesia mencatat posisi persediaan devisa (cadev) Indonesia mencapai USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 nan sebesar USD145,3 miliar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑