
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS Usai BI Tahan Suku Bunga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 30 poin alias 0,17 persen ke level 18.022 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (21/10/2026). Rupiah melemah usai Bank Indonesia (BI) menahan suku kembang referensi alias BI Rate 5,75 persen.
Analis pasar duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal ialah sebuah kapal tanker raksasa terbakar setelah menghantam ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz saat sedang 'melanggar' peraturan Iran.
"Menurut catatan dari jasa pencarian kapal Kpler pada hari Senin, setidaknya terdapat 18 serangan terhadap kapal nan dilaporkan dalam kurun waktu dua minggu," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Kelompok Houthi pada hari Senin mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap akomodasi Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta airport di Riyadh dan Abha, Arab Saudi. Jumlah korban tewas akibat serangan Houthi terhadap pasukan pemerintah Yaman pada hari Senin meningkat menjadi 73 orang seiring dengan semakin sengitnya pertempuran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam sebuah wawancara televisi nan ditayangkan pada hari Selasa, menyatakan bahwa Iran belum menerima tanggapan baik dari Arab Saudi maupun golongan Houthi di Yaman mengenai tawaran Iran untuk membantu menengahi perundingan damai.
Di Amerika Serikat, laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) untuk bulan September tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reseve mungkin bakal kembali meningkatkan suku kembang sebelum akhir tahun, seiring dengan upaya bank sentral tersebut untuk mengembalikan inflasi ke sasaran 2 persen.
Agenda ekonomi AS pekan ini cukup sepi. Para pejabat The Fed telah memasuki periode "blackout" (masa tenang) menjelang pertemuan The Fed nan bakal dilaksanakan minggu depan.
Investor juga bakal memantau info klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims), nan diperkirakan naik dari 199.000 menjadi 200.000. Selain itu, info S&P Global Flash PMI bakal memberikan gambaran mengenai sentimen di kalangan pelaku upaya AS, dan University of Michigan bakal merilis nomor akhir Indeks Sentimen Konsumen untuk bulan Oktober.
Dari sentimen dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen. Namun, suku kembang Deposit Facility naik menjadi 5 persen dan suku kembang Lending Facility sebesar 6,50 persen.
Selain itu, sebelumnya Kementerian Keuangan optimistis defisit APBN 2026 bakal tetap di bawah pemisah 3% terhadap PDB meski terdapat akibat kenaikan imbal hasil alias yield SBN hingga nilai minyak dunia. Otoritas fiskal setidaknya memproyeksikan level defisit tetap berada sesuai outlook pertengahan tahun, ialah 2,85% terhadap PDB.
"Deviasi kedua dugaan dasar ekonomi makro ini dapat berefek pada pergeseran postur APBN, baik pendapatan, shopping serta defisit. Untuk tingkat imbal hasil SBN, salah satu perihal nan diwaspadai adalah pengaruh sentimen negatif penilaian terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI)," kata Ibrahim.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·