Ilustrasi(Antara)
NILAI tukar rupiah kembali berada di area merah pada penutupan perdagangan Senin (22/6). Mata duit Garuda tercatat melemah 39 poin alias 0,22% ke level Rp17.843 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi sebelumnya nan berada di Rp17.804 per dolar AS.
Analis pasar duit Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan tindakan militer di Lebanon.
"Sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi tindakan militer tambahan selain Iran mengambil langkah untuk mengendalikan golongan Hizbullah nan beraksi di Libanon. Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/6).
Di sisi lain, perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan sentimen nan lebih positif bagi pasar daya global. Dalam perundingan nan berjalan di Swiss, Iran disebut memperoleh pengecualian untuk ekspor minyak dan produk petrokimia. Kondisi tersebut dinilai bisa meredakan kekhawatiran mengenai pasokan daya bumi sekaligus memberikan tekanan terhadap nilai minyak mentah.
Sejumlah pejabat senior dari AS dan Iran juga telah menuntaskan putaran pertama negosiasi di Swiss pada Senin. Pembicaraan tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan pekan lampau nan bermaksud memperpanjang gencatan senjata nan tetap rentan sejak April, setidaknya selama 60 hari ke depan.
Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa pembahasan nan berjalan di Swiss menunjukkan perkembangan positif. Sementara itu, mediator dari Qatar dan Pakistan menyatakan para pihak telah mencapai kesepakatan awal berupa peta jalan menuju perjanjian nan lebih komprehensif.
Selain mencermati dinamika geopolitik Timur Tengah, penanammodal juga menunggu sejumlah parameter ekonomi krusial dari Amerika Serikat nan dijadwalkan rilis dalam pekan ini.
"Perhatian pasar pada info ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir nomor Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal pertama tahun 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed akhir pekan ini untuk petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter," ungkap Ibrahim.
Sementara itu, berasas info Bank Indonesia, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan penguatan tipis. Pada perdagangan hari ini, JISDOR tercatat berada di level Rp17.819 per dolar AS, membaik dibandingkan posisi sebelumnya nan sebesar Rp17.826 per dolar AS. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·