Jaringan listrik nasional Kuba kembali mengalami gangguan pada Minggu (3/8). Peristiwa itu memicu pemadaman listrik di seluruh negara.
Insiden ini menjadi nan terbaru dari serangkaian gangguan sistem kelistrikan nan telah berulang kali melanda negara komunis tersebut.
Perusahaan listrik milik negara, UNE, menyatakan sistem kelistrikan nasional mengalami pemutusan total sehingga seluruh wilayah Kuba, termasuk Ibu Kota Havana, mendadak gelap, demikian dikutip dari AFP.
Di Havana, lampu padam secara tiba-tiba saat banyak penduduk sedang berada di luar rumah untuk menghindari hawa panas musim panas. Mereka terdengar mengeluhkan pemadaman nan kembali terjadi.
Kuba telah lama mengalami pemadaman listrik bergilir akibat prasarana pembangkit nan menua serta krisis pasokan bahan bakar. Pemerintah Kuba juga menyebut embargo Amerika Serikat terhadap sektor daya telah menghalang pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik.
Pemadaman terbaru terjadi hanya sehari setelah wilayah barat Kuba juga mengalami meninggal listrik secara luas.
Gangguan listrik berkepanjangan telah mengganggu kehidupan sehari-hari warga. Saat listrik padam, pasokan air ikut terganggu dan kipas angin berakhir beroperasi, memperburuk kondisi di tengah cuaca panas.
Di sejumlah wilayah nan paling terdampak, penduduk meluapkan kekecewaan dengan membakar tumpukan sampah dan memukul panci serta wajan sebagai corak protes.
Kementerian Energi Kuba menyatakan prosedur untuk mengaktifkan kembali jaringan listrik nasional sedang dilakukan.
Krisis daya Kuba juga diperparah terbatasnya pasokan minyak. Menurut laporan, Washington hanya mengizinkan satu kapal tanker Rusia nan membawa sekitar 100.000 ton minyak mentah tiba di Kuba pada Maret lalu. Persediaan tersebut sekarang dilaporkan telah habis.
Selain pembatasan pasokan energi, pemerintahan Presiden Donald Trump juga meningkatkan hukuman terhadap sejumlah perusahaan milik negara Kuba. Langkah itu mendorong sejumlah perusahaan asing menghentikan operasinya di negara tersebut.
Di tengah tekanan ekonomi, pemerintah Kuba telah menerapkan sejumlah reformasi berorientasi pasar bebas untuk mendorong pemulihan ekonomi. Namun, hingga sekarang belum ada tanda-tanda krisis listrik nan telah berjalan selama berbulan-bulan bakal segera berakhir.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·