Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |15:47 WIB

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 65 poin alias sekitar 0,38 persen ke level Rp16.958 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (13/3/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal ialah nilai minyak melonjak, setelah pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan Selat Hormuz bakal tetap ditutup. Jalur air sempit ini merupakan titik kritis nan dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan selat tersebut telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.
“Para pelaku pasar dan analis cemas bahwa lonjakan nilai minyak nan besar bakal berakibat ke seluruh bumi dalam corak guncangan inflasi. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir kali berada di sekitar USD100 per barel,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Bank sentral, seperti Federal Reserve, mungkin terpaksa mempertimbangkan kembali pemotongan suku kembang jangka pendek jika inflasi meningkat. Biaya pinjaman nan lebih tinggi dapat menarik lebih banyak investasi asing, sehingga meningkatkan daya tarik dolar.
Selain bentrok Iran, penanammodal juga memantau info inflasi AS minggu ini. Angka indeks nilai konsumen pada hari Rabu menunjukkan inflasi sebagian besar tetap stabil pada bulan Februari dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, nomor tersebut tidak mencerminkan lonjakan inflasi akibat kenaikan nilai minyak lantaran kampanye AS-Israel di Iran.
Indeks nilai pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Januari, nan bakal dirilis akhir pekan ini, diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk tentang inflasi AS. nan terpenting, nomor tersebut adalah ukuran inflasi pilihan The Fed, dan kemungkinan bakal menjadi aspek dalam ekspektasi suku kembang jangka panjang.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·