Atap dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambruk saat jam rehat siang pada Selasa (19/5). Peristiwa tersebut membikin suasana sekolah panik, apalagi empat siswa sempat terjebak di bawah reruntuhan material gedung sebelum sukses dievakuasi oleh siswa dan guru.
Insiden itu menyisakan trauma bagi para siswa nan menyaksikan langsung reruntuhan menimpa kawan mereka. Pihak sekolah menyebut gedung nan berdiri sejak 2006 itu belum pernah direnovasi dan menggunakan genteng beton nan dinilai terlalu berat sehingga diduga membikin struktur gedung tidak lagi kuat menopang beban.
Atap SMAN 7 Mataram NTB Ambruk, 4 Siswa Sempat Terjebak
Atap ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambruk saat jam rehat siang pada Selasa (19/5). Empat siswa sempat terjebak di bawah reruntuhan material bangunan.
“Kami awalnya mengira bunyi itu berasal dari proyek gedung di sebelah timur sekolah. Setelah dicek, rupanya genting ruang kelas ambruk,” kata Wakil Kepala Humas SMAN 7 Mataram, Muhalim, kepada wartawan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 7 Mataram, Muhalim, mengatakan bunyi keras terdengar saat salat memasuki rakaat ketiga.
Kepala SMAN 7 Mataram, Ridha Rosalina, menyebut sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda kerusakan serius maupun cuaca ekstrem nan mengindikasikan gedung bakal roboh.
“Pagi tadi saat jam pertama saya sempat berkeliling memantau kondisi sekolah. Plafonnya terlihat normal dan tidak ada perihal mencurigakan. Tiba-tiba terdengar bunyi keras seperti truk membongkar batu,” ujarnya.
Kesaksian Siswa SMAN 7 Mataram saat Atap Kelas Ambruk: Semua Panik dan Nangis
Siswa kelas XI B SMAN 7 Mataram, Natzira, menceritakan saat genting ruang kelasnya ambruk pada Selasa (19/5) siang. Ia berbareng siswa lain panik dan berceceran keluar dari gedung nan sudah berumur 20 tahun itu.
“Semua panik. Ada nan nangis juga lantaran takut. Kita berlari dan guru-guru langsung datang membantu,” kata Natzira di SMAN 7 Mataram, Kamis (21/5).
Natzira menyebut ada empat siswa nan terjebak di dalam gedung tersebut. Mereka kemudian dibantu oleh siswa lain.
Ia mengaku trauma setelah kejadian itu. Para siswa pun takut belajar di dalam ruang kelas.
"Tentu lantaran waktu kejadian kita memandang kawan kita sendiri tertimpa reruntuhan, terus memandang langsung kejadiannya, jadi kita trauma memandang gedung nan roboh," tuturnya.
Siswa SMAN 7 Mataram NTB Alami Trauma Usai Ruang Kelasnya Ambruk
Ambruknya genting dua ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyisakan trauma bagi para siswa. Peristiwa nan terjadi pada Selasa (19/5) siang itu membikin siswa takut beraktivitas di dalam ruang kelas.
"Tentu (khawatir), lantaran waktu kejadian kita memandang kawan kita sendiri tertimpa reruntuhan. Terus memandang langsung kejadiannya, jadi kita trauma memandang gedung nan roboh," kata Siswi kelas XI B, Natzira di SMAN 7 Mataram, Kamis (21/5).
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 7 Mataram, Muhalim, gedung sekolah itu sudah lama tidak direnovasi. Sekolah tersebut berdiri atas swadaya masyarakat pada 2006.
“Ini kan gedung dari tahun 2006, dari sumbangan komite dan wali siswa waktu itu. Karena dulu sistem tersebut boleh diterapkan, jadi mungkin lantaran terlalu lama, sekitar 20 tahun, dan gentengnya menggunakan genteng beton sehingga berat, gedung tidak kuat dan akhirnya ambruk," bebernya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·