loading...
LG Electronics membujuk konsumen Indonesia merasakan ekosistem rumah pandai nan terintegrasi melalui satu aplikasi, menandai pergeseran industri dari sekadar produk pandai ke lifestyle ecosystem nan human-centered. Foto: LGEIN
JAKARTA - LG Electronics Indonesia menghadirkan LG K House di Central Park Mall Jakarta (mulai 25 Juni 2026) sebagai penutup kampanye regional LG House Warming di Asia Tenggara.
Pameran ini bukan sekadar etalase produk, melainkan pendekatan konseptual: rumah pandai nan dirancang agar teknologi beradaptasi dengan manusia, bukan sebaliknya.
Selama 35 tahun berkembang di Indonesia, LG mencoba mengubah narasi rumah pintar. Alih-alih konsentrasi pada "berapa banyak gadget nan bisa terhubung", kampanye ini bertanya lebih fundamental: gimana teknologi betul-betul masuk ke ritme hidup sehari-hari tanpa mengganggu?
Ekosistem, Bukan Sekadar Koleksi Gadget
.jpg)
Inti LG K House adalah platform LG ThinQ—satu aplikasi nan menghubungkan seluruh perangkat rumah. Dari TV AI dengan voice command berkata Indonesia, lemari es InstaView nan bisa "dilihat" dari luar tanpa buka pintu, mesin cuci dengan AI DD 2.0 nan mengenali jenis kain otomatis, hingga pembersih udara PuriCare AeroMini dan vacuum CordZero dengan sistem penyimpanan terintegrasi.
Berbeda dari brand pesaing nan menjual produk individual, LG mengambil pendekatan ekosistem. Setiap perangkat bukan hanya pintar; mereka saling berkomunikasi dan belajar dari kebiasaan pengguna.
Mesin cuci LG terbaru, misalnya, tidak hanya mencuci—ia mengidentifikasi tekstur kain dan beban secara real-time, menyesuaikan tekanan air dan putaran untuk hasil maksimal.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·