Rumah Eks Calon Walkot Sibolga Dilempar Batu oleh OTK, Kaca Mobil Pecah

Sedang Trending 1 hari yang lalu
CCTV penyerangan OTK terhadap rumah mantan calon Wali Kota Sibolga di Medan, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok. Pribadi

Rumah Fadhil Thoib Hutagalung (31) di Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, diduga dilempar oleh orang tidak dikenal (OTK), pada Jumat (11/9) sekitar pukul 03.25 WIB.

Fadhil diketahui pernah mencalonkan diri sebagai wali kota Sibolga pada tahun 2024.

Fadhil mengatakan, akibat pelemparan batu itu, kaca mobil miliknya pecah. Diduga pelaku berjumlah empat orang mengendarai dua sepeda motor.

Saat itu, Fadhil tidak berada di rumah dan bekerja di perusahaan swasta di luar kota. Hanya ada istri, dua anaknya, kerabat istri dan kedua mertuanya. Sehingga total personil family nan di rumahnya ada enam orang.

"Itu pecah kaca depan mobilnya. Batu besar (dilempar)," kata Fadhil saat dihubungi, Jumat (11/9).

Fadhil mengatakan, dia tidak mengetahui apa argumen alias motif pelemparan tersebut. Sebab, dia bukan penduduk Medan dan dia telah kalah dalam pemilihan wali kota tersebut.

"Saya enggak tahu motifnya ini tetap politik alias gimana, saya juga kurang tahu. Padahal, saya juga enggak ada kan sudah kalah. Daya kan posisinya di Sibolga pada saat itu pencalonannya. Saya enggak tahu ada muatan politik alias gimana ini," ujar Fadhil.

"Saya ini kan bukan orang Medan. Saya juga kan bekerjanya di luar Sumatera Utara. Makanya saya bingung ini. Kalau di Sibolga bisa jadi kejadiannya kan. Tapi ini kan saya enggak dikenal orang lah di Medan," sambung Fadhil.

Fadhil menyebut, peristiwa penyerangan oleh OTK ini bukan hanya satu kali terjadi. Namun, telah terjadi tiga kali.

Saat mencalonkan diri Pilkada wali kota pada tahun 2024, dia juga mengalami teror penyerangan oleh OTK di rumahnya, di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada 29 Oktober 2023.

Diduga pelaku melemparkan bensin lampau menyulutkan api hingga membakar mobilnya.

"Pada saat itu saya mencalonkan Wali Kota Sibolga diusung dari Partai Gerindra. Terus saya enggak tahu lah kenapa waktu itu rumah saya dibakar mobil saya. Lewat pagar dia itu menyiramkan bensin, terus menyalakan korek. Hiduplah apinya, bangun istri saya. Keluar semua ribut lah, datang pemadam semua," ucap Fadhil.

Sehingga, Fadhil pindah rumah ke Kecamatan Medan Sunggal, untuk menyelamatkan keluarganya.

Ia sudah melaporkan peristiwa penyerangan itu ke Polsek Helvetia. Namun, sampai sekarang belum ada diproses. Fadhil tidak mau menyebarluaskan penyerangan itu di media sosial, karena saat itu Fadhil sedang mencalonkan diri sebagai wali kota Sibolga.

"Kalau kemarin itu argumen saya 2023 tidak memposting itu saya takutnya bakal dikira saya ada apalah gitu kan. Saya tidak mau ada asumsi-asumsi nan lain gitu. Terus pindah rumah gara-gara kejadian itu, lantaran menyelamatkan keluarga," tutur Fadhil.

Peristiwa penyerangan itu terjadi kembali di rumahnya Fadhil pada tanggal 30 Juli 2026. Saat itu, ada pelemparan baru oleh OTK nan menggunakan masker dan jaket.

"Kata istri saya itu ada teror batu dilempar juga, hanya batunya kena teras. Enggak kena mobil," ucap Fadhil.

Sementara itu, istri Fadhil berjulukan Tifani May Lova (31), menceritakan kejadian pelemparan nan terjadi pada Jumat (11/9). Ia mendengar bunyi lemparan dan bunyi sirine mobilnya.

Awalnya, penjaga rumah Tifani mengira bunyi sirine mobil itu lantaran orang lain nan sering lalu-lalang menggunakan sepeda motor. Namun, saat Tifani mau mengantarkan anaknya ke sekolah pada paginya, Tifani memandang kaca mobilnya pecah.

"Jadi, waktu mau ngantar anak sekolah jam 06.30 WIB, sudah terlihat langsung batu sama pecahan kaca mobil. Langsung cek CCTV saya," ucap Tifani.

Setelah Tifani mengecek CCTV rumahnya, dia memandang terduga pelaku berjumlah empat orang menggunakan helm, jaket hitam dan masker.

Tifani mendapati dua batu besar nan menghantam kaca mobilnya. Sehingga, ada dua lubang pada kaca mobilnya.

"Dua kali lemparannya kaca depan bagian kanan (dua lubang)," ucap Tifani.

Tifani merasa tidak pernah mempunyai hubungan tidak baik di lingkungannya, lantaran keluarganya baru pindah rumah selama empat bulan di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

"Kami di sini enggak ada (punya masalah). Karena kami di sini baru empat bulan pindah. Kurang tahu (motifnya)," imbuh Tifani.

Pihak family telah melaporkan peristiwa penyerangan tersebut ke Polrestabes Medan. Keluarga berambisi agar pelaku dapat segera ditangkap.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, belum merespons saat dikonfirmasi kumparan mengenai pelaporan tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan