Rudal Rusia Hantam Katedral Bersejarah Ukraina, 11 Orang Tewas

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Asap dan api membubung dari Katedral Dormisi di kompleks Ortodoks Kyiv Pechersk Lavra setelah serangan rudal Rusia di Kiev, Ukraina, Senin (15/6/2026). Foto: Genya Savilov / AFP

Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina pada Senin (15/6), nan menewaskan sedikitnya 11 orang dan memicu kebakaran di Katedral Dormition, bagian dari kompleks biara berhistoris Kyiv-Pechersk Lavra nan berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.

Jurnalis AFP di Kyiv melaporkan penduduk berlarian mencari perlindungan sepanjang malam saat sistem pertahanan udara berupaya mencegat rudal dan drone nan menghujani ibu kota Ukraina.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ukraina Igor Klymenko mengatakan lima petugas penyelamat tewas saat memadamkan kebakaran akibat serangan berulang Rusia di kota Kharkiv.

Lima orang lainnya tewas dan 25 orang terluka di Kyiv, sementara satu korban jiwa dilaporkan di kota Kherson nan berada dekat garis depan pertempuran.

Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone dalam serangan tersebut, dengan sebagian besar mengarah ke Kyiv.

Petugas pemadam kebakaran menyisir kerusakan Katedral Dormisi di kompleks Ortodoks Kyiv Pechersk Lavra setelah serangan rudal Rusia di Kiev, Ukraina, Senin (15/6/2026). Foto: Serhii Okunev / AFP

Militer Rusia menyatakan serangan itu menargetkan akomodasi militer Ukraina di Kyiv serta wilayah Kharkiv dan Dnipro.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan nan menyebabkan genting Katedral Dormition terbakar dan menyebutnya sebagai salah satu serangan paling serius terhadap warisan budaya Kristen.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky, dikutip AFP.

Ia juga mendesak para pemimpin G7 nan sedang berkumpul di Prancis untuk memberikan respons nan lebih tegas terhadap Moskow.

"Kami memerlukan lebih banyak tekanan terhadap agresor dan lebih banyak support bagi pertahanan udara Ukraina, khususnya keahlian anti-rudal balistik," ujarnya.

Di sisi lain, serangan drone Ukraina ke kota Tula di Rusia, sekitar 200 kilometer di selatan Moskow, dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya menurut otoritas setempat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan