Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai menyelidiki serangan udara nan menghantam sebuah pesta pernikahan di Iran dan menewaskan sedikitnya lima orang. Penyelidikan dilakukan setelah kajian sejumlah master persenjataan nan ditinjau Reuters menunjukkan bahwa ledakan tersebut kemungkinan besar berasal dari hantaman langsung amunisi AS.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington sedang mencari tahu apa nan sebenarnya terjadi dalam kejadian nan berjalan pada Selasa (1/9/2026) tersebut.
"Kami sedang menyelidikinya lantaran tentu saja kami peduli. Kami mau tahu," kata Vance kepada wartawan pada Kamis (3/9/2026) waktu setempat.
Ia mengatakan andaikan penyelidikan nantinya menemukan adanya kesalahan nan dilakukan militer AS, Washington bakal mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.
"Jika memang kami melakukan kesalahan, sekali lagi, ini adalah perbedaan besar antara kami dan Iran. Ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan tersebut untuk berupaya menjadi lebih baik," ujar Vance.
Pemerintah AS hingga sekarang belum menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Militer AS mengatakan telah mengetahui laporan nan disampaikan Iran mengenai kejadian tersebut. Namun, Washington menegaskan bahwa pasukannya tidak pernah menjadikan penduduk sipil sebagai sasaran.
Seorang pejabat AS nan berbincang secara anonim mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan sejumlah kemungkinan mengenai jatuhnya korban di pesta pernikahan tersebut.
Kemungkinan nan sedang diperiksa antara lain apakah korban disebabkan langsung oleh serangan AS, pantulan alias penyimpangan rudal pertahanan udara Iran, maupun rudal pencegat nan melenceng dari sasaran.
Pendapat Pakar
Analisis Reuters terhadap foto dan video nan telah diverifikasi menunjukkan kerusakan di letak lebih konsisten dengan hantaman langsung sebuah amunisi dibandingkan kerusakan sekunder akibat amunisi nan memantul setelah mengenai sasaran lain.
Reuters membagikan foto dan video kejadian tersebut kepada empat master persenjataan militer. Mereka kemudian menilai pola kerusakan di lokasi.
Tiga dari empat master mengatakan amunisi nan digunakan kemungkinan merupakan senjata buatan AS, bukan rudal pertahanan udara Iran nan salah sasaran.
Salah satu master mengatakan senjata tersebut mungkin saja meleset dari sasaran nan sebenarnya hendak dihantam.
Dengan demikian, kajian para master memperkuat dugaan bahwa ledakan di letak pesta pernikahan kemungkinan bukan terjadi akibat serpihan alias pantulan dari serangan terhadap sasaran lain.
Namun, temuan tersebut belum menjadi konklusi resmi mengenai siapa nan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah AS tetap melakukan penyelidikan.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·