Wakil Bupati Tegal M. Kholid sedang memberi sambutan.(MI/Supardji Rasban)
RUMAH Sakit Umun Daerah (RSUD) dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memperkuat jasa jantung dan pembuluh darah melalui kerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta dan RSUP dr. Kariadi Semarang.
Kerja sama nan melibatkan 38 rumah sakit wilayah se-Jawa Tengah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan penyelenggaraan Proctorship Intervensi Non Bedah (INB) di Auditorium Gedung Pelayanan Terpadu Lantai 4 RSUD dr. Soeselo, Slawi, Jumat (12/6).
Kegiatan ini sekaligus menjadi penyelenggaraan Proctorship Intervensi Non Bedah (INB) perdana di RSUD dr. Soeselo nan berjalan pada 12–13 Juni 2026. Program tersebut menghadirkan pendampingan langsung dari tim master ahli dan mahir dari RSJPD Harapan Kita dalam penanganan kasus-kasus kardiovaskular, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga medis dan mutu pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, Guntur Muhammad Taqwin, mengatakan jasa intervensi jantung di rumah sakit nan dipimpinnya terus berkembang. Hingga saat ini, pihaknya telah menangani lebih dari 300 pasien tindakan kardiovaskular, nan sebagian besar merupakan kasus kegawatdaruratan.
“Pasien nan datang sebagian besar merupakan kasus emergency. Jika tidak segera dilakukan tindakan dilatasi, risikonya bisa sangat fatal apalagi menyebabkan kematian,” ujar Guntur, Jumat (12/6).
Menurut Guntur, kebanyakan pasien nan menjalani tindakan berada pada golongan usia di atas 50 tahun dengan aspek akibat seperti kebiasaan merokok, glukosuria melitus, hipertensi, maupun riwayat penyakit jantung lainnya. Karena itu, dia menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit jantung.
Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi dokter, aktivitas proctorship juga bermaksud menjaga mutu jasa dan keselamatan pasien, terutama dalam penanganan kasus-kasus intervensi kardiovaskular dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Wakil Bupati Tegal, M. Kholid menyampaikan apresiasinya kepada RSJPD Harapan Kita serta RSUP dr. Kariadi nan terus mendukung penguatan jasa kesehatan di daerah.
Menurutnya, kehadiran jejaring pembinaan dari rumah sakit rujukan nasional dan regional bakal memberikan kepercayaan lebih bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan jantung nan berbobot tanpa kudu dirujuk ke luar daerah.
“Dengan adanya pendampingan dari RS Jantung Harapan Kita, masyarakat bisa semakin percaya bahwa pelayanan nan diberikan di wilayah tetap mendapatkan pengawasan dan support dari rumah sakit rujukan nasional. Harapannya, pasien dapat memperoleh pelayanan nan baik, aman, dan memuaskan,” kata Kholid.
Kholid menambahkan bahwa pembangunan kesehatan saat ini tidak hanya berfokus pada penyediaan akomodasi dan tenaga kesehatan, tetapi juga menuntut pemerataan akses layanan, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan kerjasama antarlembaga kesehatan.
“Melalui aktivitas proctorship ini, kita tidak hanya melakukan transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi tenaga medis, tetapi juga membangun sistem pembelajaran nan berkepanjangan antar-rumah sakit sehingga kualitas pelayanan kesehatan di wilayah dapat terus meningkat secara merata,” ujar Kholid.
Kholid juga menilai penandatanganan kerja sama antara RSJPD Harapan Kita, RSUP dr. Kariadi, dan 38 RSUD di Jawa Tengah merupakan langkah krusial dalam memperkuat jejaring pelayanan kesehatan, khususnya jasa jantung dan pembuluh darah.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto menyampaikan bahwa penguatan pelayanan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelayanan primer di puskesmas hingga pelayanan rujukan di rumah sakit.
“Pelayanan primer terus kami perkuat melalui puskesmas. Di sisi lain, pelayanan rujukan juga terus ditingkatkan, termasuk jasa jantung nan sekarang sudah tersedia sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan nan semakin komplit dan lebih dekat,” ujar Edi.
Melalui kerja sama dan program pendampingan tersebut, diharapkan kapabilitas jasa jantung di rumah sakit wilayah semakin meningkat, akses pelayanan spesialistik semakin dekat dengan masyarakat, serta kualitas penanganan pasien dapat terus ditingkatkan secara merata di seluruh Jawa Tengah. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·