Penyelidikan tertutup KPK di Ditjen Imigrasi kian benderang. Kasus dugaan pungli izin tinggal WNA nan ikut menyeret nama Wamen Imipas, Silmi Karim, sekarang membongkar strategi licik penyamaran duit panas.
Berdasarkan info terbaru, seorang staf berjulukan GST memanfaatkan jaringan rekening pengepul untuk menampung fee dari biro jasa dan sponsor WNA. Demi menghindari radar hukum, 96 rekening nan diendus PPATK rupanya bukan atas nama pribadi pejabat, melainkan meminjam identitas Office Boy (OB), cleaning service, hingga keluarga!
Total biaya siluman mencapai Rp366,7 Miliar, padahal penghasilan resmi nan terdata hanya Rp9,7 Miliar.
Simak gurita modus operandi skandal imigrasi ini selengkapnya di CNBC Indonesia.
Add
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·