Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi menjajaki kesempatan investasi di sektor daya baru berkepanjangan melalui kunjungan ke akomodasi manufaktur sel surya, Yingfa Group, di China. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mendalami proses produksi serta tren teknologi terkini untuk mendukung agenda hilirisasi daya di Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani meninjau langsung skala industri dan penemuan teknologi seperti TOPCon, HJT, Perovskite, hingga BC di pabrik tersebut. Dia melakukan obrolan mengenai potensi kerjasama teknologi nan dapat diadaptasi untuk memperkuat ekosistem daya baru terbarukan (EBT) di dalam negeri.
"Terima kasih Chairman Yingfa Group, Mr. Zhang Fayu, nan telah menerima kunjungan kerja kami. Diskusi ini membuka kesempatan kerjasama dan pertukaran pengetahuan, sekaligus mendukung pengembangan daya baru berkepanjangan di Indonesia," ujarnya dalam unggahan di Instagramnya @rosanroeslani, dikutip Jumat (10/4/2026).
Kunjungan kerja itu bermaksud untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan manufaktur sel surya global. Pemerintah berupaya menarik minat penanammodal dunia agar mau mengembangkan pusat riset dan penemuan teknologi hijau di dalam negeri.
"Ini termasuk potensi kerja sama di manufaktur, riset, dan penemuan teknologi daya terbarukan," kata Rosan.
Hal itu juga menjadi upaya pemerintah dalam memperluas cakupan hilirisasi, tidak hanya pada komoditas tambang, tapi juga pada sektor teknologi daya bersih. Kolaborasi dengan mitra seperti Yingfa Group diharapkan bisa mempercepat pencapaian sasaran transisi daya nasional melalui investasi
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·