Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai dikenalkan ke penanammodal dari sejumlah negara.
DSI adalah BUMN nan ditunjuk menjadi eksportir tunggal untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia ialah batu bara, sawit, dan paduan besi. DSI dibentuk untuk mencegah praktik kecurangan perdagangan seperti manipulasi nilai (transfer pricing dan under-invoicing) untuk mengamankan dan mengoptimalkan penerimaan negara.
Rosan menilai sejauh ini respons nan diterima dari para penanammodal cukup positif. Mereka pada akhirnya memahami tujuan dan peran lembaga tersebut.
Rosan menjelaskan, pembahasan mengenai DSI muncul dalam beragam pertemuan Danantara dengan penanammodal di sejumlah pusat finansial bumi seperti Singapura, Hong Kong, London (Inggris), Boston (AS), Washington DC (AS), New York (AS), hingga Jepang.
“Mereka (investor) pertanyaannya itu pasti ada ya. Kami sampaikan DSI seperti apa. Setelah kami sampaikan, mereka mengerti, lantaran biasa jika begitu pertama kali keluar mereka mungkin belum mengetahui ini bentuknya dan dampaknya seperti apa, outcome-nya. Setelah kami sampaikan mereka (investor) mengerti dan memahami 'oh tujuannya seperti itu’,” jelas Rosan di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Senin (15/6).
Menurut Rosan, kekhawatiran penanammodal semula bukan hanya struktur kelembagaan baru, melainkan gimana praktik upaya tetap melangkah serta siapa saja pihak nan bakal menjalankan lembaga tersebut. Namun setelah memberi penjelasan, kata Rosan, kepercayaan penanammodal dunia terhadap Indonesia tetap terjaga.
Ia menilai respons nan diterima Danantara selama roadshow apalagi melampaui ekspektasi. Selain memaparkan kesempatan investasi dan pengelolaan dana, pemerintah juga menjelaskan prospek ekonomi Indonesia kepada para penanammodal internasional.
Rosan menyebut beragam pihak memberikan tanggapan positif terhadap presentasi nan disampaikan. Menurut dia, sejumlah media internasional dan pelaku pasar dunia juga menyoroti hasil roadshow tersebut sebagai capaian nan berada di luar perkiraan banyak pihak.
Mengenai respons dari Singapura soal DSI nan sempat menjadi sorotan, Rosan menilai penanammodal pada dasarnya berfokus pada tiga aspek utama.
“Kalau mereka itu memandang nan krusial itu dua hal: pertama adalah program nan dijalankan, kedua implementasi, ketiga orangnya,” kata Rosan.
Rosan menambahkan, salah satu aspek nan mendapat apresiasi dari penanammodal adalah komposisi pengelola Danantara nan dinilai ahli serta mengedepankan tata kelola nan baik.
“Di Danantara mereka memandang bahwa kita orang-orangnya memang orang-orang nan profesional, nan men-deliver apa nan selama ini kita sampaikan dan kita nan betul-betul menjalankan secara profesional, secara terbuka, governance baik," tutur Rosan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·