Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas), menyatakan kesempatan bagi pelaku UMKM Gotong Royong di area Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly, Surabaya, untuk menembus pasar ekspor sangat besar. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui di Jakarta hari ini (11/8) saat berbagi kisah sukses pelaku UMKM Gotong Royong dalam rangkaian seminggu aktivitas Klinik UMKM Gotong Royong nan digelar di area tersebut.
Dukungan Andreas tersebut, merespon permintaan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) agar UMKM Gotong Royong juga diarahkan untuk membantu pelaku upaya nan sudah mulai berkembang, seperti Pahlawan Ekonomi, agar produknya bisa naik kelas ke pasar internasional. "Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah kelak UMKM Gotong Royong bisa berkembang," demikian disampaikan Risma dalam sesi tanya jawab Klinik UMKM Gotong Royong (9/8).
Sembari Risma menegaskan bahwa kunci utama sebelum bicara ekspor adalah memastikan pasar dalam negeri sudah kuat lebih dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma memberikan contoh Pahlawan Ekonomi nan datang dan sudah eksis, seperti: Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De'nil, dan Diah Cookies. Maupun Pahlawan Ekonomi area Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly nan menjadi inisiator aktivitas dan sukses, seperti: Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, sampai Sablon Indana Production.
Dalam sambutannya, Andreas menegaskan posisi strategis UMKM dalam perekonomian nasional. Ia menyebut sektor ini menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja Indonesia, dengan 65 persen pelakunya adalah wanita alias emak-emak.
"UMKM ini sangat krusial di dalam struktur ekonomi Indonesia, lantaran nan menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM," ujar Andreas.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan upaya para pelaku UMKM di eks Dolly menjadi perhatian unik Klinik UMKM Gotong Royong, nan bekerjasama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya dalan mendampingi pelaku upaya mulai dari pengurusan izin (NIB), kewenangan kekayaan intelektual (HAKI), produksi, pemasaran online, hingga pengelolaan finansial usaha. Program ini telah dilengkapi aplikasi UMKM Gotong Royong sebagai sarana pendampingan aktif dan responsif.
Dalam sesi tanya jawab para peserta menanyakan gimana hasil UMKM bisa dikenalkan ke lembaga dan lembaga nan lebih luas, termasuk ke sekolah-sekolah. Peserta lain juga meminta training pemasaran digital secara khusus, mengingat selama ini pendampingan nan diterima lebih banyak berfokus pada sisi produksi. Serta ada juga nan menanyakan, bagiamana bisa keluar sebagai pemenang tanpa melalui perang nilai nan mematikan.
Menanggapi perihal itu, Risma menegaskan agar pelaku UMKM tidak berjuntai pada pendekatan lewat lembaga alias dinas semata. Menurutnya, kunci keberhasilan pemasaran terletak pada kekuatan produk itu sendiri dan kesiapan menjangkau pasar nan lebih luas, termasuk lewat penjualan daring. Ia mencontohkan pengalamannya menggandeng platform digital dunia untuk membantu pelaku UMKM Surabaya berdagang secara online sejak program Pahlawan Ekonomi digagas. Pelatihan lanjutan soal pemasaran digital, packaging, dan branding disebut bakal menjadi bagian dari program pendampingan berkepanjangan bagi peserta Workshop UMKM Gotong Royon.
Rangkaian Workshop dan Bazaar Kemerdekaan di Kampung Dolly ini diwujudkan lewat rangkaian training nan dilakukan seminggu. Untuk Craft, meliputi pembuatan dompet, rompi, dan dasar kaki. Setelah produk ini jadi, bakal dilanjutkan pemasaran melalui: Bazaar, Sentra-Sentra UMKM Pemerintah Kota Surabaya dan jaringan Hotel nan peduli.
Sementara untuk Food, terdiri dari Pelatihan pembuatan: nasi kotak nan pantas, masakan Korea, dim sum, dan juga jenis minuman. Setelah melakukan pemasaran langsung melalui Bazaar Kemerdekaan, sedang diupayakan masuk ke Sentra-Sentra Wisata Kuliner Pemerintah Kota Surabaya dan untuk tentunya lewat aplikasi dan penjualan digital.
Rangkaian aktivitas ditutup dengan Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong (9/8) nan diikuti ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat. Semoga melalui Agenda Gotong Royong ini, dapat diharapkan area Putat Jaya nan dulu dikenal sebagai lokalisasi Dolly dapat terus beralih bentuk menjadi area ekonomi imajinatif nan mandiri, dengan produk-produk unggulan penduduk nan bisa bersaing di pasar lokal, nasional, apalagi hingga ke pasar ekspor.
(tim)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·