Ribuan SPPG Bengkak Bikin Tekor, Kepala BGN Bakal Tutup yang Melanggar

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan pembengkakan jumlah titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) alias dapur makan bergizi cuma-cuma (MBG). Ribuan SPPG nan bikin royal tersebut bakal ditutup jika terbukti melanggar.

"Saat ini total penerima faedah 63 juta, dengan ketentuan bahwa maksimal dapur 3.000 (karena disewa Rp 6 juta ), jadi hanya butuh dapur/SPPG 21 ribu. Kenyataannya sekarang nan operasional dapurnya 27.877. Berarti over 6.877 x Rp 6 juta/ hari, berfaedah negara per hari Rp 43 miliar. Atau jika satu bulan Rp 990 miliar negara rugi," kata Kepala BGN Nanik S Deyang kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Nanik mengatakan pihaknya saat ini bakal menghentikan sementara pembangunan dapur. BGN juga bakal melakukan pertimbangan seluruh SPPG nan tersebar di seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya kami hentikan sekarang sementara pembangunan dapur baru. Kami pertimbangan lagi dapur nan sekarang operasional 27.877," ujarnya.

Selain itu, Nanik mengatakan pihaknya bakal menutup SPPG nan tidak sesuai petunjuk penyelenggaraan teknis. BGN juga bakal memangkas penyaluran MBG ke sekolah-sekolah elite.

"Kita bakal tata ulang, mana nan sesuai juknis dan SPPG mana nan tidak sesuai juknis. nan tidak sesuai Juknis kita akhiri kontraknya," imbuhnya.

Menko Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya mengungkap pembengkakan ribuan titik SPPG. Angka itu campuran dari dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan luar wilayah 3T.

Zulhas mengatakan pembengkakan titik dapur MBG ini mengenai kasus dugaan jual beli titik. Di luar wilayah 3T, diproyeksikan awal ada 21 ribu dapur, namun info terbaru terdapat 27.877 titik.

"Misalnya, terjadi jual beli titik, ya. nan semestinya rencana awal titik itu 21 ribu tapi sekarang sudah ada 27.877 ribu titik, ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya. Laporan Ibu Nanik tadi barusan," kata Zulhas seusai rapat koordinasi di gedung Kemenko Pangan, Kamis (11/6).

Dia mengatakan ada rencana 2.000 titik SPPG di wilayah 3T. Namun, dalam temuannya, terdapat 8.617 titik.

"Nah, nan nomor dua, Saudara-saudara, ini menjadi perhatian kita nan utama lantaran memang tertinggal, ialah 3T. 3T itu didata ada 2.000 titik, tapi kemudian membengkak menjadi 8.617 titik. Dan 6.138 titik itu sudah ada SK-nya dari BGN, 6.138," ujarnya.

(wnv/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News