RI Tak Impor Beras Medium, Amran Ungkap Efek Dahsyatnya ke Petani

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan beberapa laporan kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya mengenai untung petani usai kebijakan pemerintah tidak lagi melakukan impor beras medium.

Hal itu diungkapkan saat menghadiri aktivitas Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Amran membeberkan dari info BPS pertumbuhan ekonomi sektor pertanian naik BPS 5,74%, tertinggi selama 25 tahun.

Lebih lanjut ekspor pertanian naik Rp 166 triliun, di sisi lain impor sektor pertanian turun Rp 41 triliun. nan artinya membikin petani meningkat saat ini.

"Ekspor pertanian naik Rp 166 triliun, impor kita lantaran kita tidak impor beras medium lagi turun Rp 41 triliun, jadi total untung petani Rp 200 triliun bapak presiden," kata Amran.

Nilai tukar petani (NTP) pada saat ini juga mencapai tingkat tertinggi selama 34 tahun terakhir, ialah 127%.

Amran juga melaporkan hilirisasi sektor pertanian juga sudah berjalan, khususnya pada penanaman kakao, minteh, tebu. Diharapkan bisa menyerap 3 juta tenaga kerja pada tahun 2029 mendatang. Saat ini dari perintah presiden juga memberikan bibit hingga akomodasi pengolahan secara gratis.

Terkait dengan nilai tandan buah segar (TBS) kelapa sawit nan sempat turun beberapa waktu lalu, sudah kembali normal.

"Bila perlu naik 10% dari sebelumnya. Kenapa nilai CPO bumi naik dan dengan pak Kapolri ada 274 nan awalnya tidak menaikan jadi kita melakukan pemeriksaan," kata Amran.

Dalam kesempatan itu Amran menerangkan bahwa produksi beras Indonesia juga telah menjadi nan tertinggi keempat di dunia, ialah 38 juta ton, menurut info FAO. Adapun mengenai penegakan norma sudah ada 77 orang dari sektor pertanian nan menjadi tersangka, begitu juga ada 248 petugas maupun pejabat internal pertanian nan dicopot.

(emy/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News