Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |15:46 WIB

Memitigasi akibat lonjakan nilai minyak bumi akibat perang nan melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. (foto: Okezone.com/SKK)
JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai kebijakan pengembangan biodiesel nan dijalankan pemerintah menjadi salah satu langkah efektif untuk memitigasi akibat lonjakan nilai minyak bumi akibat perang nan melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Anggota DEN, Septian Hario Seto, mengatakan akibat bentrok dunia terhadap perekonomian banyak negara umumnya ditransmisikan melalui kenaikan nilai energi, terutama minyak mentah. Negara-negara nan tetap mempunyai ketergantungan tinggi terhadap impor minyak dinilai paling rentan terdampak.
"Secara umum, ke seluruh negara, saya kira dampaknya bakal terlihat dari nilai energi. Jadi itu nan mungkin mempengaruhi kondisi banyak negara, terutama nan impor minyaknya," ujarnya saat dijumpai, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, Seto menegaskan bahwa Indonesia cukup beruntung lantaran telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal, salah satunya melalui kebijakan pengurangan ketergantungan impor energi, termasuk pengembangan biodiesel.
"Kalau kita lihat strateginya Bapak Presiden sejak awal, kita sudah mencoba mengurangi keterbatasan terhadap impor. Salah satunya melalui biodiesel, kebijakan dan segala macam. Saya kira itu sudah satu langkah mitigasi. Jadi kita coba kurangi keterbatasan terhadap minyaknya," lanjut Seto.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·