Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 24 Juni 2026 |11:03 WIB

Indonesia mempunyai posisi strategis dalam perkembangan industri kendaraan berbasis perangkat lunak alias software-defined vehicles. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Indonesia mempunyai posisi strategis dalam perkembangan industri kendaraan berbasis perangkat lunak alias software-defined vehicles (SDV) berkah kekayaan mineral kritis, potensi daya terbarukan, dan bingkisan demografi nan dimiliki.
Setidaknya terdapat empat aspek utama nan bakal mendorong Indonesia bergerak menuju rantai nilai nan lebih tinggi, ialah besarnya permintaan domestik, kebutuhan industrialisasi, optimasi nilai tambah sumber daya alam, serta tekanan perubahan suasana dan urbanisasi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa transformasi industri otomotif menuju kendaraan berbasis perangkat lunak tidak hanya berbincang mengenai info dan teknologi digital, tetapi juga mencakup kebutuhan terhadap material maju, energi, serta keahlian manufaktur berteknologi tinggi.
“Ketika kita berbincang mengenai mobil nan menjadi perangkat lunak, kita juga berbincang mengenai sebuah platform, bukan hanya untuk perangkat lunak dan data, tetapi juga untuk pengetahuan material, mineral kritis, energi, dan tentu saja manufaktur maju,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Perspektif Anin ini disampaikan dalam sesi berjudul When Cars Became Software pada rangkaian 17th Annual Meeting of the New Champions 2026 Summer Davos nan diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF) di Dalian, China, Selasa (23/6).
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·