Jakarta -
Pemerintah terus memperkuat pembangunan prasarana digital nasional nan didukung konektivitas andal, pasokan daya berkelanjutan, serta kepastian berupaya nan transparan. Upaya ini sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi digital.
"Hari ini kita merayakan pendaratan Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi. Infrastruktur ini menjadi fondasi bentuk bagi koridor digital baru, nan memperkuat salah satu hubungan digital tercepat dan terdekat di Asia Tenggara antara Indonesia dan Singapura. Sistem nan dikembangkan oleh Telin berbareng BW Digital ini bakal menghadirkan kapabilitas tambahan lebih dari 1,6 petabit per detik dengan latensi kurang dari 2 milidetik antara kedua negara kita," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Kapasitas dengan latensi rendah ini bakal mendukung beragam jasa digital strategis, termasuk komputasi awan tingkat lanjut, konklusi kepintaran artifisial (AI), transaksi finansial berfrekuensi tinggi, serta pengembangan jasa digital generasi berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabel Nongsa-Changi pun tidak hanya menjadi prasarana konektivitas, tetapi juga fondasi bentuk bagi terbentuknya koridor digital baru di area Asia Tenggara.
Saat ini Indonesia telah mempunyai 235,26 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi 81,72%, serta pengguna broadband tetap mencapai 99,5 juta. Indonesia juga merupakan pasar AI potensial terbesar keempat di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang, dengan nilai pasar mencapai USD70 miliar alias sekitar 6,4% dari pasar AI Asia.
Batam dinilai berkembang pesat sebagai gerbang digital kedua Indonesia setelah Jakarta lantaran didukung letak strategis, konektivitas andal, pasokan daya nan terus berkembang, serta lingkungan kebijakan nan mendukung investasi.
Fasilitas NDP1 milik BW Digital di Nongsa Digital Park mempunyai kapabilitas IT sebesar 120 MW, sementara DayOne berbareng INA tengah mengembangkan kampus hyperscale baru dengan jalur pasokan listrik terkontrak menuju 450 MW. Oracle apalagi telah memilih Batam sebagai Indonesia North Cloud Region.
Perkembangan ini tidak lepas dari kerja sama Indonesia-Singapura 6 Working Group (6WG), khususnya di area Batam-Bintan-Karimun (BBK), nan terus mendorong penguatan konektivitas dan investasi digital di area ini.
Kabel Nongsa-Changi menjadi salah satu tindak lanjut konkret dari pertemuan Leaders' Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura pada awal Juli 2026.
Pemerintah juga terus memperkuat kebutuhan daya dan kepastian berupaya untuk mendukung pengembangan prasarana digital. Indonesia menargetkan ekspansi kapabilitas daya terbarukan dan daya campuran hingga lebih dari 100 GW dalam dasawarsa ini.
Di sisi lain, Indonesia telah memasuki pembahasan aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada 26 Juni 2026, sementara proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melangkah paralel untuk membangun lingkungan upaya nan transparan dan dapat diprediksi.
"Mari kita bangun koridor digital ini, tidak hanya dengan kabel dan pusat data, tetapi juga dengan kepercayaan, kemitraan, dan visi bersama. Semoga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh Indonesia dan Singapura, tetapi juga oleh seluruh area ASEAN dan dunia," pungkas Airlangga Hartarto.
(anl/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·