Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2026 |17:24 WIB

RI Impor Ayam dari AS, Begini Dampak Bagi Peternak. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Indonesia siap melakukan impor ayam dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari penerapan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Pemerintah menegaskan kebijakan tersebut tidak bakal membanjiri pasar domestik maupun merugikan peternak dalam negeri.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menekankan bahwa impor ayam dari AS dilakukan dalam corak live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS). Menurutnya, langkah ini justru dibutuhkan untuk menjaga produktivitas peternakan lokal.
Ia menjelaskan, GPS merupakan indukan utama dalam rantai produksi perunggasan nan menjadi fondasi bagi pembentukan Parent Stock (PS) hingga ayam pedaging komersial. Karena Indonesia belum mempunyai akomodasi pembibitan GPS, kebutuhan tersebut tetap kudu dipenuhi melalui impor.
"Indonesia mengimpor produk ayam AS dalam corak live poultry, ialah untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor (dengan perkiraan nilai sekitar USD 17–20 juta). GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada akomodasi pembibitan GPS di Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).
Selain itu, Haryo menambahkan bahwa impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, alias thighs pada dasarnya tidak dilarang, selama memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, serta ketentuan teknis nan berlaku.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·