Presiden Prabowo Subianto menurunkan sasaran lifting gas bumi, sebagai salah satu dugaan dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.
Indikator lifting gas bumi dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari (BOEPD), turun dari dugaan dasar APBN 2026 ialah sebesar 984.000 BOEPD.
Sementara sasaran lifting minyak mentah ditetapkan 610.000 barel minyak per hari (BOPD), stagnan dari sasaran dalam APBN 2026. Sementara nilai minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) naik tipis dari USD 70 per barel pada 2026, menjadi USD 75 per barel.
"Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 Dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610.000 barel per hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari," ungkap Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, dikutip Sabtu (15/8).
Adapun proyeksi alias outlook lifting gas pada tahun 2026 ini diperkirakan berada dalam rentang 929.000 sampai 985.000 BOEPD, sementara lifting minyak berada di kisaran 605.000 sampai 605.000 BOPD. Kemudian, ICP diperkirakan di level USD 75-85 per barel, di tengah gejolak bentrok geopolitik global.
Subsidi Energi 2027
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2026 diperkirakan sebesar 2,8 persen, sedangkan pada tahun 2027 bisa lebih tinggi menjadi 3,1 persen.
"Artinya ada prospek positif untuk pertumbuhan perekonomian di dalam negeri, di tengah gejolak utama seperti geopolitik, nilai energi, nilai pangan, serta suku kembang tinggi nan tetap terus berlanjut," katanya saat Konferensi Pers Nota Keuangan RAPBN 2027.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan alokasi shopping negara untuk subsidi daya mencapai Rp 272,95 triliun dalam RAPBN 2027, naik signifikan dari alokasi nan ditetapkan dalam APBN 2026, ialah sebesar Rp 210 triliun.
"Terus subsidi daya tahun depan itu mencapai Rp 272,95 triliun," ungkapnya.
Dalam info nan ditampilkan, pendapatan negara dalam RAPBN 2027 dianggarkan sebesar Rp 3.246 triliun, shopping negara Rp 4.097,2 triliun, dan defisit anggaran sebesar 2,4 persen dari PDB alias Rp 671,2 triliun.
Khusus untuk shopping Perlindungan Sosial (Perlinsos), pemerintah menganggarkan sebesar Rp 549,9 triliun, salah satu komponen dari anggaran tersebut ialah subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT), baik itu solar maupun minyak tanah.
Alokasi kuota subsidi daya untuk JBT ialah sebesar 20,09 juta kiloliter (KL). Jika dibandingkan kuota JBT sepanjang tahun 2026 nan sebesar 18,63 juta KL.
Ditemui usai acara, Purbaya menuturkan bahwa subsidi daya pada tahun 2027 kemungkinan bisa menurun dari outlook realisasi tahun ini. Sebab, perubahan nilai migas tetap bergolak lantaran perang AS-Iran dan blokade Selat Hormuz.
"Subsidi BBM-nya turun. Tahun depan (ICP) sekitar USD 75 per barel, kan sekarang USD 83. Jadi itu otomatis, jika volumenya naik sedikit, tapi harganya turun segitu, subsidinya condong turun," ungkap Purbaya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·