RI Akan Dilanda El Nino Ekstrem, Amran Jamin Cadangan Beras Cukup untuk 11 Bulan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, usai pertemuan dengan 170 bupati se-Indonesia, di kantornya, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan persediaan beras nasional dinilai cukup untuk menghadapi potensi kejadian El Nino ekstrem alias nan disebut El Nino Godzilla, dengan daya tahan hingga 11 bulan.

Amran menyebut kondisi itu ditopang oleh tingginya stok beras nasional nan dalam tiga hari ke depan diproyeksikan mencapai 5 juta ton.

"Ini jika akibat ini ada El Nino Godzilla itu enggak masalah. Kenapa enggak masalah? Karena stok kita Insyaallah 3 hari ke depan 5 juta ton tertinggi selama republik ini merdeka. Pernah dulu 2,6 juta ton 1984 Sekarang nyaris dua kali lipat," kata Amran di kantornya, Jakarta, Senin (20/4).

Selain stok beras, pemerintah juga mengandalkan potensi produksi nan tetap berada di lahan alias belum dipanen (standing crop). Kata Amran, jumlahnya mencapai 11 juta ton.

"Standing crop kita 11 juta ton nan maksudnya standing crop adalah tanam dan tinggal panen, kemudian nan selanjutnya adalah ada di Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe) itu 12,5 juta ton, totalnya bisa 11 bulan," ujarnya.

Menurutnya, perkiraan akibat El Nino Godzilla berjalan sekitar enam bulan, sehingga kesiapan persediaan dinilai lebih dari cukup untuk menjaga pasokan.

Petugas mengangkut karung beras di Gudang Bulog Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

"Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan sedangkan persediaan kita 11 bulan artinya lebih dari cukup," lanjut Amran.

Untuk mengantisipasi kekeringan, Kementan juga mulai menyalurkan support bibit padi tahan kering, khususnya untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua kali tanam dalam setahun.

"Benih kekeringan kita bantu khususnya nan naikkan IP, dari 1 tanam menjadi 2 kali. Kita memberi bibit nan tahan kekeringan dan umurnya agak pendek," jelas Amran.

Program support bibit disebut sudah mulai melangkah dengan alokasi anggaran sekitar Rp 2 triliun.

Terkait sektor lain di luar padi, Amran menilai akibat El Nino takkan signifikan lantaran padi merupakan komoditas nan paling memerlukan air.

"Saya kira tidak terlalu berakibat lantaran tanaman nan paling butuh air adalah padi. Sedangkan padi kita bisa atasi lantaran ada pompanisasi, ada irigasi, ada embung kemudian ada alur-alur alam nan ada airnya kita pompa jadi aman," tutur Amran.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan