Jakarta - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mempercepat proses revitalisasi Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, usai pembongkaran tiang monorel. Proyek penataan ini ditargetkan rampung sebelum peringatan HUT Jakarta ke-499 pada 22 Juni 2026.
"Pada prinsipnya kami optimistis penataan selesai sebelum HUT Jakarta pada tanggal 22 Juni. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama proses pembangunan berlangsung," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Percepatan revitalisasi dilakukan agar masyarakat segera merasakan peningkatan kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas jalan. Beberapa pekerjaan nan sedang dikebut meliputi pelebaran trotoar, pembenahan saluran air, dan penataan utilitas bawah tanah.
"Percepatan dilakukan agar faedah penataan Jalan HR Rasuna Said, khususnya untuk kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas pengguna jalan bisa lebih sigap dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.
Dalam proses revitalisasi, jalur pedestrian di sisi timur bakal diperlebar menjadi 4 hingga 7 meter, mengikuti lebar lajur jalan. Sebelumnya, lebar trotoar di area tersebut hanya sekitar 4 meter. Selain itu, pembenahan saluran air juga dilakukan untuk mencegah genangan saat hujan.
"Sementara untuk saluran air nan tadinya rata-rata berdimensi 80 sentimeter, sekarang diperbesar menjadi 120 sentimeter. Langkah ini merupakan upaya menjadikan Jalan HR Rasuna Said terhindar dari genangan air saat hujan turun," ujarnya.
Dia mengatakan meski pengerjaan belum sepenuhnya selesai, perubahan kondisi area sudah mulai terlihat. Median jalan nan sebelumnya menjadi penyangga tiang-tiang monorel sekarang beranjak kegunaan menjadi bagian dari badan jalan.
Kemudian, jalur pedestrian di sejumlah titik juga mulai tertata lebih baik, dan penataan utilitas bawah tanah juga sudah dimulai.
"Jalur pedestrian secara berjenjang mulai tertata, tidak hanya lebih kondusif tetapi juga lebih estetis. Di bawah jalur pejalan kaki, jaringan utilitas telah mulai ditanam di bawah tanah, sehingga wajah kota menjadi lebih tertata tanpa kabel udara," tuturnya. (bel/amw)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·