Review Novel The Monarch’s Vagary

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

The Monarch’s Vagary – Grameds, coba bayangkan jika pena di tanganmu bukan sekadar perangkat menulis, melainkan kunci takdir. Setiap kalimat nan lahir bukan hanya cerita, tapi keputusan nan kudu Anda tanggung sendiri.

Bagaimana jika semua nan Anda tulis bisa menjadi kenyataan? Kelihatannya menyenangkan, kita bebas menulis apa pun nan diinginkan. Namun, gimana jika realita itu baru terjadi setelah Anda menulis kisah menyedihkan? Lantas, Anda malah kudu menjalani kehidupan nan penuh dengan kesedihan tersebut. Itulah nan dirasakan tokoh utama di novel ini nan berjulukan Seo Hae In.

Bagi Anda nan suka kisah fiksi klasik kerajaan, The Monarch’s Vagary ini layak masuk untuk jadi salah satu list bacaan kamu. Kisah nan ditulis Duskintherain ini mulanya ditulis di Wattpad sejak 2020, sebelum akhirnya diterbitkan oleh CV Haeba Group pada 15 Januari 2025 dengan tebal 568 halaman.

Sebagai karya ketiga Duskintherain, The Monarch’s Vagary telah dibaca 487 ribu kali di Wattpad per September 2025. Novel ini juga menempati beragam ranking atas, seperti ranking 2 kategori Jeno, ranking 3 kategori myth, peringkat 1 kategori monarch, ranking 2 kategori klasik, dan ranking 3 kategori fiksi sejarah.

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Kebiasaan Unik Raja-Raja di Dunia

The Monarch’s Vagary memiliki makna keanehan raja. Ya, raja juga seorang manusia nan bisa mempunyai keanehan alias kebiasaan nan unik. Di bumi nyata, rupanya banyak juga raja-raja nan mempunyai kebiasaan unik nan bikin orang-orang bingung dan kaget, lho. Siapa saja dan apa saja kebiasaan uniknya? Simak di bawah ini ya!

  • Raja Friedrich Wilhelm I – Mengumpulkan orang-orang tinggi

Prusia dikenal sebagai kerajaan nan menjadi cikal bakal terbentuknya negara Jerman modern. Pada masa Perang Napoleon hingga setelahnya, kekuatan militer Prusia terkenal sebagai salah satu nan paling disiplin dan handal di Eropa. Selain bagian militer, Prusia juga banyak dipuji lantaran kepemimpinan efektif rajanya, Friedrich Wilhelm I. Namun, sang raja juga tersohor lantaran kebiasaan unik nan dimilikinya. Ia diketahui mempunyai sebuah proyek pribadi berjulukan “Raksasa Potsdam”, ialah pasukan unik nan hanya beranggotakan orang-orang dengan tubuh sangat tinggi. Untuk menunjukkan sungguh seriusnya dia dalam menjalankan proyek tersebut, para personil Raksasa Potsdam diberi seragam terbaik nan pernah ada di tubuh militer Prusia. Mereka juga digaji dengan penghasilan tinggi, apalagi semakin tinggi tubuh seorang prajurit maka semakin besar pula bayaran nan bakal diterimanya.

  • Raja Peter III of Russia – Obsesi terhadap boneka

Peter menikah dengan Catherine I nan saat itu baru berumur tujuh belas tahun. Sejak awal, banyak nan sudah menduga bahwa rumah tangga mereka tidak bakal melangkah baik. Catherine dikenal sebagai wanita nan pandai dan penuh perhitungan, sementara Peter lebih sering bersikap kekanak-kanakan dan keras kepala. Kekanak-kanakannya apalagi tampak dalam makna nan sesungguhnya. Bukannya menjalin hubungan romantis dengan istrinya, Peter justru sering mengajaknya bermain perang-perangan menggunakan boneka tentara nan memenuhi bilik mereka. Peter selalu mengambil peran utama dalam permainan itu dan menuntut Catherine untuk ikut serta. Sesekali, jika ada tikus nan menggigit salah satu bonekanya, Peter bakal memberikan balasan gantung pada hewan itu menggunakan perangkat eksekusi mini nan dia buat sendiri.

  • Raja Edward II – Menggali parit

Dalam sejarah Inggris, Edward II sering digambarkan sebagai raja nan bermasalah lantaran terlibat banyak perselisihan dengan parlemen maupun para bangsawan. Akan tetapi, pada awal masa pemerintahannya, dia justru dianggap sebagai raja nan dekat dengan rakyat kecil. Pada masa itu, seorang raja Inggris dipandang sebagai wakil Tuhan sehingga banyak orang membayangkan Edward bakal mempunyai kegemaran nan mewah dan berjarak dari rakyat. Kenyataannya, Edward justru dikenal doyan melakukan pekerjaan fisik. Ia senang berenang, berlayar, memancing, mendirikan bangunan, apalagi menggali parit. Pernah pada suatu musim panas, Edward dilaporkan sengaja turun ke dalam parit untuk menggali berbareng para petani nan lebih dulu bekerja di sana. Tindakan itu membikin para petani kagum sekaligus terkesan, meskipun para bangsawan nan mendampingi Edward menilai sikapnya tidak pantas. Menurut mereka, seorang raja tidak semestinya merendahkan wibawanya dengan melakukan pekerjaan kasar berbareng rakyat jelata.

Sinopsis Novel The Monarch’s Vagary

Seo Hae In tidak pernah membayangkan bahwa setiap kata nan dia tulis diam-diam sedang membangun semesta lain. Sebagai penulis ternama asal Korea Selatan nan baru saja merilis novel terbarunya dan bersiap menyambut penyesuaian drama, hidupnya tampak berada di puncak. Namun sebuah kecelakaan mendadak merenggut semuanya. saat dia membuka mata kembali, bumi nan menyambutnya bukan rumah sakit, melainkan halaman-halaman kisah nan dia ciptakan sendiri.

Ia terbangun sebagai Avadiéra Everleigh, tokoh paling malang dalam novelnya The Monarch’s Vagary, sosok nan telah dia takdirkan untuk berhujung tragis. Kini, Seo Ha In kudu menjalani kehidupan barunya setelah kematiannya, terperangkap dalam alur nan pernah dia tulis dengan tangannya sendiri. Bedanya, kali ini dia bukan sekadar penulis, melainkan karakter nan kudu menanggung akibat setiap konflik.

Namun mungkin justru di situlah letak peluangnya. Kehadirannya sebagai sang pembuat di dalam cerita membuka kemungkinan bakal akhir yag berbeda, akhir nan tak pernah dia rencanakan sebelumnya. Sebuah kesempatan untuk menuliskan ulang takdir, apalagi jika itu berfaedah mengguncang seluruh jagat raya nan telah dia bangun. Inilah kisah tentang kehidupan kedua, tentang keberanian melawan garis semesta nan dulu dia ciptakan sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Novel The Monarch’s Vagary

Pros & Cons

Pros

  • Tampilan sampul nan cantik.
  • Narasi nan seru dan mengalir.
  • Menyajikan plot twist.
  • Karakter nan menarik hati.
  • Bikin rollercoaster emosi.
  • Bisa dibaca sendiri.

Cons

  • Nama tokoh dan istilah nan susah diingat.
  • Novel nan tebal.

Kelebihan Novel The Monarch’s Vagary

Novel The Monarch’s Vagary karya Duskintherain memiliki banyak sekali kelebihan nan membikin novel ini wajib sekali untuk Grameds miliki dan baca.

  • Tampilan sampul nan cantik

Sampul kitab ini terlihat begitu bagus dengan nuansa nan menghadirkan kesan dongeng dan kerajaan. Kesan pertama nan diberikan betul-betul menarik, terutama bagi pembaca wanita nan biasanya menyukai sentuhan visual nan anggun dan menawan.

  • Narasi nan seru dan mengalir

Penulis sukses membawa pembaca larut dalam cerita melalui rangkaian kata-kata nan dipilih dengan cermat. Dunia fiksi nan diciptakan Seo Hae In terasa hidup berkah style bahasa nan pas, diselingi dengan percakapan ringan nan membikin suasana lebih dekat. Pemilihan kata nan tepat membikin alur referensi terasa mengalir tanpa hambatan, menjadikan novel ini susah untuk diletakkan begitu saja.

  • Menyajikan plot twist

Bagi pembaca nan sudah sempat menikmati jenis Wattpadnya, tidak perlu cemas bakal menemukan jalan cerita nan sama. Novel The Monarch’s Vagary menghadirkan kejutan berupa plot twist baru nan tidak terduga. Hal ini membikin cerita terasa segar dan semakin menambah ketegangan serta daya tarik novel ini.

  • Karakter nan menarik hati

Tokoh-tokoh dalam novel ini ditulis dengan begitu hidup hingga sanggup membikin pembaca jatuh hati. Interaksi romantis di antara para karakter dibangun dengan penuh dinamika dan perjuangan, sehingga hubungan mereka terasa hangat sekaligus menghibur. Hal ini semakin memperkuat ikatan pembaca dengan para tokohnya.

  • Menciptakan roller coaster emosi

Sejak awal, cerita bisa membikin pembaca tersenyum-senyum sendiri, merasa gemas, terhibur, dan ikut hanyut dalam kebahagiaan nan digambarkan. Namun ketika cerita memasuki bagian akhir, suasana berubah drastis hingga memunculkan emosi nan lebih dalam seperti sedih, bingung, terkejut, apalagi marah. Membaca novel ini seperti menaiki rollercoaster emosi nan penuh kejutan.

  • Bisa dibaca sendiri

The Monarch’s Vagary merupakan kitab kedua dari serial nan sama dengan novel The Major. Meski begitu, bagi pembaca nan belum membaca The Major tetap bisa langsung menikmati cerita dalam kitab ini. Kedua kisah memang berada di satu semesta, tetapi masing-masing berdiri dengan alurnya sendiri sehingga tetap dapat dipahami dan dinikmati secara mandiri.

Kekurangan Novel The Monarch’s Vagary

Di samping banyaknya kelebihan nan ditawarkan Duskintherain pada kitab The Monarch’s Vagary masih terdapat kekurangan nan dirasakan. 

  • Nama tokoh dan istilah susah diingat

Beberapa tokoh dalam cerita ini mempunyai nama nan panjang dan terdengar asing seperti Avadiéra Everleigh, Granger, alias Sephera. Bagi sebagian pembaca, deretan nama tersebut mungkin terasa rumit untuk diingat. Selain itu, penggunaan istilah kerajaan mulai dari gelar bangsawan hingga nama beragam barang unik istana juga membikin pembaca kudu berakhir sejenak untuk memahami maksud kalimat.

  • Novel nan tebal

Dengan jumlah laman mencapai 568, novel ini tergolong tebal untuk sebuah referensi fiksi. Bagi pembaca nan terbiasa dengan cerita singkat, ketebalan ini bisa terasa menantang. Ada kemungkinan rasa capek muncul di bagian tengah ketika penulis tetap berfokus membangun narasi dan konflik, sehingga dibutuhkan kesabaran lebih untuk tetap mengikuti alurnya hingga selesai. 

Selain itu, tidak ada perihal nan mengganggu alias kurang di mata pembaca. 

Penutup

Seo Hae In tak pernah membayangkan bahwa dirinya bakal terjebak hidup sebagai tokoh dalam novel nan dia ciptakan sendiri. Ia dipaksa menjalani alur kisah nan dia rancang, meski rupanya jalan itu penuh tantangan dan penderitaan. Ia apalagi sudah mengetahui gimana akhir dari cerita tersebut. Pertanyaannya, apakah dia sanggup mengubah takdir nan sudah dituliskan? Ikuti perjalanan Seo Hae In alias Avadiéra Everleigh dalam novel The Monarch’s Vagary karya Duskintherain nan bisa Anda dapatkan di Gramedia.com!  Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Rekomendasi Buku

1. The Major

  The Major

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Terlukis dalam sejarah lini masa, di sebuah kerajaan, pada suatu penjuru semesta, roman perihal bangsawan vampir nan berkuasa sebagai Mayor Jenderal, dan pertemuan dengan seorang puan anggun tak bernama. Romansa dua jiwa nan seolah sanggup bekukan jalannya dentang waktu pengiring alam raya.

2. Embrace of Endless Night 

Embrace of Endless Night

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Morana Castello hanyalah gadis nan baru saja merayakan debutante saat keluarganya dinyatakan bangkrut. Demi memperkuat hidup, mereka kudu melipir ke desa terpencil berjulukan Avenell. Mora dipaksa untuk keluar dari area nyamannya, melakukan segala langkah untuk mengisi perut, termasuk berburu di rimba hingga telapak tangannya dipenuhi luka serta kapalan. Tidak apa, asalkan ayah dan adiknya tidak kelaparan saat tengah malam.

Hingga pada suatu malam, Mora melakukan kesalahan besar dengan membunuh seekor burung gagak. Siapa nan menyangka burung gagak bermata merah itu merupakan hewan piaraan sekaligus mata-mata milik mitos paling legendaris di tanah Elisora? Noir namanya. Orang-orang mengatakan bahwa dia adalah awal dan akhir, eksistensi nan dikutuk untuk memandang segalanya. Ada juga nan mengatakan bahwa Noir menjadikan hati gadis perawan sebagai makan siangnya demi menjaga bentuk tetap awet muda.

3. On The Land of Sorrow

On The Land of Sorrow

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Vjërdam sudah jatuh ke tangan penjajah, dicabik-cabik tanpa sisa. Namun tetap ada sekelompok orang gila nan rela mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan negeri mini itu, disebut Pasukan Pemberontak. Altanna Phoebe Eustashe, putri bangsawan nan terkenal anggun dan cerdas, termasuk ke dalam jejeran orang gila tersebut.

Nikolai Gracian Lucretius, jenderal terbaik dari Kekaisaran Enderville. Terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin nan tidak pandang bulu. Setiap perperangan di bawah kepemimpinannya selalu berhujung dengan kejayaan. Segala perihal dalam hidup Nik adalah kepastian Veni, vidi, vici. Dan hanya butuh beberapa pertemuan bagi keduanya untuk sadar, ada benang tak kasat mata nan mengikat mereka dalam skenario tragis. Keduanya menjadi tombak kehancuran untuk satu sama lain.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia