Review Novel Pasar Bubrah

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Pasar Bubrah – Kalau ada satu tempat nan sebaiknya tidak Anda datangi setelah mentari turun, mungkin ini salah satunya. Bukan lantaran jalannya terjal, tapi lantaran nan menyapa belum tentu tetap bernapas.

Pasar Bubrah namanya, tempat nan sudah menjadi buah bibir banyak orang. Bukan lantaran keunikannya, melainkan lantaran cerita misterius nan meliputinya. Katanya, Pasar Bubrah adalah perbatasan antara bumi orang hidup dan mati. Maka itu, di sana pemisah itu menjadi kabur. 

Manusia dan makhluk tak kasat mata bisa berjumpa di sana. Arwah-arwah dari beragam era menunjukkan eksistensinya, mengganggu manusia dengan bisikan-bisikan mengerikan. Manusia nan sampai di sana terus mengalami gangguan nan tak terduga. Bagaikan masuk ke bumi supranatural, mereka diuji dalam misi menyelamatkan diri.

Novel Pasar Bubrah: Misteri Pasar Gaib di Lereng Gunung Merapi ciptaan Ipnu R. Nugroho ini ditulis berasas kisah nyata, pengalaman nyata banyak orang. Novel diterbitkan oleh Penerbit Anak Hebat Indonesia pada 23 Agustus 2024 dengan total 192 halaman. Apakah Anda berani menyelami kisahnya?

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Profil Ipnu R. Nugroho – Penulis Novel Pasar Bubrah

Berasal dari Yogyakarta, Ipnu R. Nugroho adalah penulis nan sudah mendedikasikan hidupnya untuk bumi sastra. Ia terus mengasah keterampilannya dengan angan suatu hari kelak bisa memberikan karya terbaik bagi para pembaca di beragam tempat. Kecintaannya pada bumi tulis-menulis lahir tanpa disengaja, berasal dari kegemarannya membaca kitab nan kemudian menumbuhkan tantangan bagi dirinya untuk ikut menulis. Ia memulai langkah pertamanya dengan menulis cerpen nan dikirimkan ke radio, lampau ke sejumlah majalah remaja, hingga akhirnya satu per satu karyanya sukses diterbitkan.

Di tengah aktivitasnya sebagai penulis, Ipnu tetap meluangkan waktu untuk membaca. Ia percaya bahwa membaca merupakan bekal utama bagi seorang penulis, karena dari membaca kita memperoleh tambahan wawasan dan referensi nan dapat dituangkan dalam tulisan.

Sinopsis Novel Pasar Bubrah

Novel ini menceritakan pengalaman mencekam Zacky berbareng teman-temannya ketika memulai pendakian ke Gunung Merapi. Dengan penuh semangat mereka berangkat, mau merasakan tantangan sekaligus sensasi menaklukkan salah satu gunung berapi paling terkenal di Indonesia, tanpa menyadari bahwa peristiwa-peristiwa mengerikan sudah menunggu di hadapan mereka.

Selama pendakian, gangguan asing mulai bermunculan. Bayangan melintas sigap di perspektif pandang, bisikan menakutkan terdengar dari kembali pepohonan, serta penampakan ganjil nan muncul lampau lenyap seketika. Rasa resah mereka semakin besar, tetapi langkah tetap diteruskan, hingga pada akhirnya Zacky terpisah dari rombongan lantaran daya tarik misterius nan tidak bisa dia pahami. Tersesat sendirian, dia terseret semakin jauh ke dalam kegelapan menuju Pasar Bubrah, sebuah pasar gaib nan dihuni oleh makhluk halus.

Di tempat itu, pemisah antara bumi orang hidup dan arwah nan telah tiada nyaris tidak terlihat. Zacky berhadapan dengan roh-roh dari beragam era nan terjebak dalam pasar abadi. Saat dia menelusuri alam tak kasat mata tersebut, dia menyadari bahwa keluar dari Pasar Bubrah bukanlah perkara mudah. Sementara itu, teman-temannya panik mencari keberadaan Zacky, namun mereka juga terjebak dalam kepungan makhluk gaib nan menguji kekuatan hati dan persahabatan mereka. Perjalanan pun berubah menjadi pertarungan melawan waktu, berupaya menyelamatkan Zacky sekaligus diri mereka sendiri. Lebih dari sekadar pasar gaib, mereka juga membuka tabir kutukan antik dan kisah tragis nan membelenggu para arwah di sana, hingga akhirnya mencapai klimaks nan menegangkan.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Pasar Bubrah

Pros & Cons

Pros

  • Mengisahkan sisi lain petualangan.
  • Tidak hanya konsentrasi pada 1 makhluk.
  • Bikin merinding.
  • Menyimpan kehangatan di kembali horor.
  • Ditulis dari kisah nyata.
  • Sarat bakal makna.

Cons

  • Alur cerita nan terasa agak mudah ditebak.

Kelebihan Novel Pasar Bubrah

Novel Pasar Bubrah karya Ipnu R. Nugroho memiliki banyak sekali kelebihan nan membikin novel ini wajib sekali untuk Grameds miliki dan baca.

  • Mengisahkan sisi lain petualangan

Kalau biasanya orang-orang menceritakan serunya naik gunung, novel ini justru menghadirkan cerita dari perspektif nan berbeda. Bukan hanya keseruan, tetapi juga suasana mencekam nan bikin pembaca dilema. Di satu sisi, kepingin sekali merasakan petualangan mendaki, tapi di sisi lain merinding jika kudu berhadapan dengan makhluk gaib. Mau senang-senang juga rasanya gak bisa jika tiba-tiba muncul pocong, kuntilanak, alias genderuwo.

  • Tak hanya konsentrasi pada 1 makhluk

Sekali baca satu novel ini, pembaca langsung disuguhi beragam macam sosok gaib. Rasanya seperti semua jenis hantu ikut keluar. Hal ini membikin pengalaman membacanya penuh dengan kejutan dan jumpscare, membikin kita seakan-akan dikelilingi oleh makhluk-makhluk tersebut saat membaca kitab ini

  • Bikin merinding

Ikut menelusuri perjalanan Haryo, Zacky, Alvaro, Kio, Diajeng, dan Mutia mendaki Gunung Merapi betul-betul bikin jantung berdegup kencang. Ketika mereka sampai di Pasar Bubrah, suasananya makin menakutkan sampai bikin pembaca mau berakhir membaca. Apa nan mereka lihat, dengar, apalagi aroma-aroma asing nan mereka rasakan seolah ikut menempel di akal pembaca, menimbulkan sensasi merinding nan nyata.

  • Menyimpan kehangatan di kembali horor

Meski kisahnya dipenuhi suasana seram dan langsung membawa pembaca ke salah satu tempat paling berpenunggu di Gunung Merapi, ada nuansa hangat nan terasa. Persahabatan, dinamika golongan saat mendaki, hingga langkah mereka berdiskusi satu sama lain tergambar dengan jelas. Benar adanya bahwa sifat original seseorang bisa terlihat saat berada di gunung, dan perihal itu membikin cerita ini tetap terasa hangat.

  • Ditulis dari kisah nyata

Yang membikin kisah ini semakin menarik adalah kebenaran bahwa ceritanya dilandasi pengalaman nyata. Walaupun mengangkat tema misterius dan horor, ada latar kisah sebenarnya nan membikin pembaca semakin terbawa suasana. Membayangkan gimana rasanya berada di posisi para tokoh membikin atmosfer cerita terasa lebih hidup sekaligus menakutkan, lantaran sadar bahwa makhluk gaib itu memang betul-betul ada.

  • Sarat bakal makna

Selain menegangkan, novel ini juga memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang menghargai alam. Pendakian sering dianggap hanya sekadar aktivitas, padahal ada patokan tak tertulis nan sebaiknya dihormati. Percaya alias tidak, di gunung ada penunggu lain nan kudu kita jaga jarak darinya. Pesan inilah nan membikin cerita semakin berarti dan relevan bagi siapa pun nan membacanya.

Kekurangan Novel Pasar Bubrah

Di samping banyaknya kelebihan nan ditawarkan Ipnu R. Nugroho pada kitab Pasar Bubrah: Misteri Pasar Gaib di Lereng Gunung Merapi masih terdapat kekurangan nan dirasakan. 

  • Alur cerita nan terasa agak mudah ditebak.

Meskipun suasana seram nan ditampilkan sukses membikin pembaca merinding, beberapa bagian ceritanya terkadang terasa terlalu mengikuti pola umum kisah seram pendakian. Kehadiran makhluk gaib nan muncul berurutan sudah bisa sedikit diperkirakan sejak awal, sehingga pada beberapa momen tertentu tegangannya tidak lagi sekuat nan diharapkan.

Selain itu, tidak ada perihal nan mengganggu alias kurang di mata pembaca. 

Misteri Pasar Bubrah

Pasar Bubrah bukanlah pasar tradisional, melainkan hamparan tanah lapang berpasir nan berada tak jauh dari puncak Merapi. Jika mencari info mengenai tempat ini, biasanya bakal muncul letak perkemahan di area gunung tersebut. Bagi para pendaki, Pasar Bubrah sering dijadikan pemisah akhir perjalanan sekaligus area untuk beristirahat, lantaran permukaan tanahnya nan rata memudahkan mereka mendirikan tenda.

Tempat ini dikenal sebagai titik pendakian Gunung Merapi nan paling direkomendasikan untuk berhenti. Namun, ketika malam menjelang, suasana tenang di area ini dapat berubah drastis. Selain bunyi angin dan alam sekitar, banyak nan mengaku mendengar keramaian aneh, seperti riuh rendah orang-orang nan sedang lampau lalang dan melakukan aktivitas jual beli di sebuah pasar.

Konon, hiruk pikuk tersebut berasal dari pasar gaib nan dihuni oleh bangsa hantu maupun makhluk penunggu Merapi. Tidak hanya terdengar percakapan layaknya pasar tradisional, beberapa pendaki juga menyebut mendengar alunan gamelan nan samar-samar bergaung di sekitar Pasar Bubrah.

Mitos lain nan beredar menyebutkan, jika ada pendaki nan mendengar bunyi penawaran barang, maka dia kudu melemparkan sesuatu nan berbobot sebagai corak transaksi. Barang nan diberikan tidak selalu berupa uang, tetapi apa pun nan mempunyai nilai setara dengan nan ditawarkan. Apabila seseorang mengabaikan bunyi itu alias apalagi mempermainkannya, dia diyakini bakal ditarik ke alam gaib. Roh pendaki tersebut dipercaya bakal dijadikan sebagai pengganti peralatan nan dia kandas bayarkan.

Penutup

Meskipun banyak nan udah pengalaman mendaki, rupanya itu gak menjamin untuk para pendaki ini gak mengalami hal-hal mistis. Beberapa personil tim Haryo mengalami kejadian misterius diluar nalar, seperti kesurupan, berjumpa dengan kakek-kakek, dan memandang penampakan. nan nyaris membikin putus asa adalah ketika Zacky tersesat di Pasar Bubrah. Hal itu menjadi pengingat juga untuk menjaga sikap dan perkataan di alam, dan percaya ataupun tidak, kita kudu menghormati larangan dan keberadaan segala makhluk di alam.

Dari kisah ini diingatkan juga kalo Indonesia memang sangat dekat dengan kultur kejawen, mistis, dan horor. Namun justru perihal ini nan menjadikan Indonesia kaya dengan kearifan lokalnya.

Gimana Grameds? Kamu berani gak mengunjungi Pasar Bubrah berbareng Zacky dan teman-teman? Kalo berani, Anda bisa dapatkan novel Pasar Bubrah karya Ipnu R. Nugroho ini di Gramedia.com! Di bawah ini, Gramin juga sudah menyiapkan rekomendasi karya best seller horror lainnya buat Anda sang pemberani. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Rekomendasi Buku

1. Dunia Makhluk Halus

Dunia Makhluk Halus

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Tidak semua pertemuan terjadi di bumi nyata dan bisa dilihat mata. Kadang, kita dipertemukan dengan sesuatu nan melampaui logika, ialah dengan sosok-sosok dari alam lain. Mereka datang untuk beragam tujuan, mulai dari meyampaikan sebuah pesan, memberi peringatan, alias hanya sekadar mau menyapa. Kehadiran mereka menjadi saksi bahwa bumi ini lebih luas dari nan bisa kita lihat dan bayangkan.

Buku ini lahir dari pengalaman pribadi penulis. Melalui perjalanan batinnya, penulis berjumpa dengan roh, entitas, dan makhluk nan selama ini mungkin hanya terdengar dalam mitos alias kisah orang lain. Ada perjumpaan dengan orang nan telah tiada, hubungan dengan entitas nan menjaga tempat-tempat sakral, hingga pengalaman-pengalaman spiritual nan sukar dijelaskan oleh logika sehat.

2. Mata Keramat

Mata Keramat

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Sosok tak kasat mata, sedang menunggu dalam kegelapan …

Makhluk-makhluk itu muncul saat senja menggantung. Di lorong sekolah nan sepi. Di jalan pulang nan sunyi. Di minimarket tempat sinar tak bisa menyentuh sudut-sudutnya. Bayangan itu mengejar, membikin napasnya tercekat.

Setiap malam, gangguannya semakin nyata. Teror tak lagi datang hanya dari bumi ini, tapi dari dimensi nan menyimpan dendam, murka, dan sesuatu nan menyeramkan.

Ini bukan hanya gangguan. Ini adalah pembalasan …Namun, nan paling menakutkan, bukanlah sesosok misterius, melainkan sosok nan menunggunya di rumah—ibunya sendiri. Dengan tatapan kosong, mulut penuh makian, dan tangan nan bisa berubah menjadi luka. Setan bisa pergi, tapi ibunya tetap tinggal.

3. Sendang Banyu Getih

Sendang Banyu Getih

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Seorang laki-laki melangkah memasuki rimba rimbun nan nyaris jarang sekali dijamah oleh manusia. Wajah dan pakaiannya begitu lusuh. Ruam terlihat di matanya berbareng dengan jejak luka dan darah nan menjadi riasan di sekitar pipinya.

Suara langkah kakinya berdampingan dengan sesuatu nan dia seret sembari tertatih. Isak tangis terdengar dari setiap langkah nan dia lalui. Akan tetapi, seperti lembaran nan sudah mengerak, sudah tidak ada lagi air mata nan bisa menetes di pipinya.

Gemericik air seolah memanggil seseorang untuk makin mendekat ke dalam hutan. Siapa pun tidak bakal menduga apa nan bakal mereka temukan. Ada perihal mengerikan nan tidak mereka sadari di sana…

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia