loading...
Sekotak kecil, tapi isinya band lengkap. Vokal, gitar, drum, bisa dipisah dan diatur sesuka hati, langsung dari lagu nan sedang diputar di HP. Foto:
JAKARTA - Rp4,5 juta. Segitu nilai JBL BandBox Solo. Untuk ukuran speaker portable nan muat digenggam satu tangan, nomor itu sempat bikin kaget. Wajar. Speaker Bluetooth seukuran itu biasanya dibanderol sepertiganya. Itu pun sudah sangat OK kualitasnya.
Tapi begitu tahu apa nan bisa dilakukan perangkat ini, kekagetan itu berubah jadi maklum.
Bukan Speaker Biasa

JBL BandBox Solo dirancang untuk satu tujuan: jadi kawan latihan musik tanpa kudu membangunkan tetangga. Fungsinya bukan hanya memutar lagu. Ia bisa memisahkan bunyi vokal, gitar, dan instrumen lain dari sebuah lagu. Secara langsung, saat lagu itu sedang diputar dari HP lewat Bluetooth.
Ini nan membuatnya beda dari aplikasi pemisah bunyi semacam Moises. Aplikasi-aplikasi itu butuh file lagu nan sudah diunduh dulu untuk bisa memprosesnya.
BandBox Solo tidak. Ia bekerja langsung dari streaming. Dari Spotify, YouTube Music, apa saja nan bisa disambungkan lewat Bluetooth.
Di era di mana nyaris tidak ada orang lagi nan punya file lagu tersimpan di HP-nya, keahlian ini jadi sangat relevan. Semua lagu sekarang ada di cloud, bukan di penyimpanan lokal.

Untuk memakainya, pengguna wajib mengunduh aplikasi JBL One. Prosesnya cepat. Pairing Bluetooth tidak rewel.
Koneksi stabil sejak awal, dan dalam waktu kurang dari dua menit speaker sudah bisa menerima streaming musik dari HP.

Di dalam aplikasi, fitur andalan--Stem AI--ditandai warna oranye. Begitu diaktifkan, muncul tiga fader: satu untuk gitar, satu untuk vokal, satu lagi untuk "Others" namalain instrumen sisanya. Tinggal geser fader untuk menghilangkan alias memunculkan bagian nan diinginkan. Sederhana.
Karena prosesnya dilakukan nyaris real-time, ada jarak beberapa detik ketika lagu ditekan play alias pause di HP. Waktu nan dibutuhkan sistem untuk memproses audio.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·