The Mandalorian & Grogu(Dok. IG Star Wars)
HAMPIR enam tahun sejak serial perdananya tayang di Disney+, kisah petualangan Din Djarin dan Grogu akhirnya datang dalam format layar lebar lewat movie The Mandalorian & Grogu. Film ini pun telah rilis di bioskop Indonesia mulai Rabu 20 Mei 2026.
Jon Favreau kembali dipercaya duduk sebagai sutradara untuk movie ini, melanjutkan kesuksesan franchise nan memulai debutnya dari serial 8 bagian pada 2019 silam. Keputusan memilih Favreau rasanya cukup tepat, laki-laki serat pengalaman nan mana telah banyak melahirkan movie box office seperti Iron Man hingga The Lion King itu, dapat dikatakan cukup sukses membawa penonton masuk ke dalam bumi Din Djarin dan Grogu.
Review Film
The Mandalorian & Grogu mempunyai pace nan cukup lambat di awal. Alih-alih langsung mengantarkan penonton pada bentrok utama, movie ini justru memilih membangun hubungan emosional antara Din Djarin dan Grogu secara perlahan. Meski di beberapa bagian berisiko membikin penonton kehilangan momentum, namun pendekatan tersebut justru membikin cerita terasa lebih personal.
Pendekatan berbeda pun terlihat dari gimana Jon Favreau menghadirkan visual, alih-alih menghadirkan penggunaan pengaruh dalam segmen pertarungan nan berlebihan seperti pada movie sci-fi kebanyakan, setiap segmen tindakan dalam movie ini terasa begitu sederhana. Lewat kesederhanaan itu, Favreau terasa sukses memposisikan Din Djarin sebagai manusia biasa nan mempunyai skill beladiri, dia tidak diposisikan seperti superhero, membikin movie ini terasa sangat realistis.
Apresiasi tinggi juga layak diberikan kepada Ludwig Goransson, komposer nan sukses menghadirkan musik latar memukau dalam setiap segmen pada movie ini. Megah, berkelas, dan emosional menjadi tiga kata nan bisa menggambarkan pengalaman nan bakal dirasakan penonton saat mendengar scoring garapan peraih penghargaan Best Original Score di arena Academy Awards tersebut.
Kehadiran Grogu dalam movie ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Makhluk hijau bertelinga panjang itu tampil begitu menggemaskan dan bisa menghadirkan intermezo di tengah cerita. Meski tidak dapat berbicara, tingkah lakunya sepanjang movie sukses membikin seisi studio tersenyum tipis hingga tertawa lepas.
Sepanjang movie The Mandalorian & Grogu, Jon Favreau tidak mencoba memaksakan Grogu sebagai makhluk super layaknya Yoda dalam semesta Star Wars. Grogu justru ditempatkan sebagai sosok anak mini nan tetap memerlukan Din Djarin sebagai pelindung, sekaligus tetap belajar memahami kekuatan nan dimilikinya.
Keputusan untuk tidak menjadikan Grogu sebagai karakter berkekuatan super justru menjadi salah satu daya tarik sendiri dalam movie ini. Tingkah Grogu nan berupaya melindungi Din Djarin di tengah segala keterbatasannya, membikin movie berdurasi 2 jam 12 menit tersebut terasa hangat dan emosional.
Meski secara teknis Jon Favreau bisa menghadirkan movie nan terasa realistis dan tidak berlebihan, sisi penceritaan dalam movie ini justru terasa kurang menggigit. Drama nan dibangun tidak cukup kuat, begitu pula bentrok ideologi nan semestinya bisa memberi kedalaman emosional pada cerita. Film ini tampak terlalu konsentrasi mempertahankan intermezo lewat sosok Mando nan karismatik dan tindakan Grogu nan menggemaskan, hingga melupakan pengembangan narasi nan lebih matang dan berlapis.
Sinopsis
Film The Mandalorian & Grogu kembali mengikuti perjalanan Din Djarin nan diperankan Pedro Pascal berbareng Grogu setelah peristiwa musim ketiga serial The Mandalorian. Kali ini, keduanya menjalankan tugas untuk Republik Baru di bawah pengarahan Kolonel Ward nan dimainkan Sigourney Weaver. Mereka ditugaskan memburu golongan sisa Kekaisaran nan tetap menjadi ancaman di beragam perspektif galaksi.
Di tengah misi tersebut, Din dan Grogu terseret ke dalam perebutan kekuasaan bumi pidana milik family Hutt. Mereka diminta memburu Rotta, anak dari Jabba the Hutt, oleh dua personil family Hutt nan mau memperkuat pengaruh mereka pasca kekacauan nan melanda Tatooine. Petualangan itu membawa keduanya menghadapi jaringan pidana rawan sekaligus bentrok baru nan menguji loyalitas dan hubungan mereka. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·