Tabi – Pernah nggak sih Anda merasa sedang mencari cinta, tapi nan Anda temukan justru potongan-potongan dirimu sendiri?
Tabi adalah nivel karya Marchella FP nan sebelumnya dikenal lewat Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Buku tersebut sukses terjual lebih dari 300.000 eksemplar dan apalagi diadaptasi menjadi movie nan ditonton lebih dari dua juta penonton di bioskop pada tahu 2020. Dalam Tabi, pembaca diajak mengikuti perjalanan seorang gadis nan sedang mencari kisah cintanya, dimana ada orang-orang nan singgah, menetap, alias akhirnya pergi dari hidupnya. Buku ini datang sebagai novel skematis sekaligus virtual influencer pertama nan aktif di media soial. Sosok Tabi merupakan intellectual property (IP) terbaru dari PT HBS (Hidup Bermakna Selamanya), hasil kerjasama antara PT KIS nan mengelola karya Marchella FP dan SAC Indonesia. Ceritanya ditulis Marchella FP saat perjalanan ke Jepang dan diilustrasikan oleh Lalita Prima.
Lewat kisahnya, Tabi membawa pesan untuk Anda nan sedang patah hati alias tetap menyimpan luka masa kecil. Perjalanan ini menggambarkan proses menyembuhkan diri, menghadapi realita baru, dan menemukan jati diri. Cocok untuk Anda nan merasa belum menemukan cinta sejati sekaligus sedang belajar berbaikan dengan luka nan pernah membekas.
Profil Penulis Buku Tabi
Marchella FP alias Marchella Febritrisia Putri lahir pada 16 Februari 1990. Namanya dikenal luas lewat kitab quote Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang terbit pada 2018 dan digemari banyak pembaca. Buku tersebut sukses masuk jejeran 10 besar selama lebih dari delapan bulan serta mengantarkannya meraih penghargaan Penulis Terbaik 2019 dari IKAPI Awards.
Marchella merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual dari Universitas Bina Nusantara. Ia memulai pekerjaan sebagai desainer skematis dan ahli foto sejak 2008 hingga 2012. Awalnya, menulis dan menggambar hanya untuk kesenangan pribadi. Kemudian, dia memutuskan untuk konsentrasi berkarya lantaran percaya jejak literasi dalam kitab bakal tetap tersimpan meski jejak digital perlahan tertimbun.
Pada 2013, Marchella merilis kitab pertamanya Generasi 90an nan berasal dari tugas akhir kuliahnya. Kesukesannya bersambung lewat Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang kemudian diadaptasi menjadi serial web dan movie oleh Visinema Pictures pada tahun 2020. Melalui Tabi, dia mencoba keluar dari citranya sebagai penulis quote dengan menghadirkan cerita narasi panjang nan dipadukan dengan ilustrasi grafis.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Tabi
Pros & Cons
Pros
- Merupakan novel skematis dengan 300 laman nan memberikan pengalaman membaca nan berbeda
- Mengangkat tema nan relate dengan wanita masa kini
- Visual nan indah
- Gaya bahasa nan mudah dimengerti
- Alur nan maju dan ditulis dengan perincian setiap tokoh
Cons
- kurang cocok untuk Anda nan suka novel full tulisan
- Kurang mendeskripsikan emosi Tabi dengan traumanya.
Pros & Cons
Pros
- Merupakan novel skematis dengan 300 laman nan memberikan pengalaman membaca nan berbeda
- Mengangkat tema nan relate dengan wanita masa kini
- Visual nan indah
- Gaya bahasa nan mudah dimengerti
- Alur nan maju dan ditulis dengan perincian setiap tokoh
Cons
- kurang cocok untuk Anda nan suka novel full tulisan
- Kurang mendeskripsikan emosi Tabi dengan traumanya.
Kelebihan Buku Tabi
- Novel Grafis dengan Narasi nan Lebih Mendalam
Tabi datang sebagai kitab nan terasa spesial lantaran tidak hanya berisi quote seperti karya sebelumnya dari Marchella FP. Kali ini, pembaca bakal menemukan cerita dengan narasi panjang sekitar 300 laman nan membentuk alur kisah utuh. Format novel skematis ini membikin cerita terasa lebih hidup sekaligus tetap mempertahankan kekuatan visual nan menjadi karakter unik penulisnya.
- Cerita nan Relatable dengan Pengalaman Banyak Perempuan
Buku ini mengangkat kisah seorang wanita dewasa nan acapkali kandas dalam hubungan percintaan. Melalui perjalanan Tabi, pembaca diajak memandang proses menyembuhkan luka masa kecil, menerima diri sendiri, dan memahami gimana pengalaman masa lampau dapat memengaruhi keputusan di masa dewasa. Tema ini membikin cerita terasa dekat dengan banyak wanita nan sedang berada dalam fase pencarian diri dan kebahagiaan.
- Ilustrasi Visual nan Indah dan Ekspresif
Salah satu daya tarik kitab ini adalah ilustrasi visualnya nan penuh warna dan dirancang dengan detail. Setiap karakter digambarkan dengan ekspresi nan kuat sehingga membantu pembaca memahami suasana, emosi, dan hubungan antar tokoh. Dominasi warna merah muda, biru, dan hitam memberikan identitas visual nan khas, apalagi sampul bukunya nan berwarna pink menyala dengan kreasi minimalis berbentuk mata sudah bisa menarik perhatian sejak pandangan pertama.
- Latar Waktu nan Dekat dengan Kehidupan Pembaca
Cerita dalam kitab ini mengambil latar waktu sekitar tahun 2000-an hingga masa pandemi COVID-19. Latar tersebut membikin cerita terasa lebih nyata dan mudah dihubungkan dengan pengalaman pembaca. Ditambah dengan style bahasa nan ringan dan dekat dengan bahasa anak muda, kitab ini terasa relevan terutama bagi wanita usia 20–30 tahun nan sedang menghadapi dinamika cinta dan proses pengobatan diri.
- Karakter dan Alur Cerita nan Emosional
Alur cerita dalam kitab ini bergerak maju dan mundur untuk menggambarkan perjalanan hidup Tabi serta orang-orang nan pernah singgah dalam hidupnya. Setiap karakter dijelaskan melalui latar belakang keluarga, pengalaman masa lalu, dan dampaknya terhadapcara berpikir mereka. Pendekatan emosional ini membikin pembaca lebih mudah terhubung dengan karakter Tabi dan merasakan perjalanan batinnya secara lebih mendalam.
Kekurangan Buku Tabi
- Narasi Cerita Terasa Singkat
Meskipun Tabi mempunyai sekitar 300 halaman, sebagian besar ruangnya diisi oleh ilustrasi skematis dengan paragraf nan relatif pendek. Hal ini membikin cerita terasa lebih sigap selesai dibandingkan novel pada umumnya. Karena itu, kitab ini mungkin kurang cocok bagi pembaca nan menyukai narasi panjang dengan teks nan padat. Namun perlu diingat bahwa konsep kitab ini memang dirancang sebagai novel grafis.
- Pendalaman Karakter Utama Masih Terbatas
Pendalaman karakter Tabi, terutama mengenai trauma masa lalunya, terasa belum terlalu dieksplorasi secara mendalam. Meski pengalaman tersebut menjadi argumen kegagalannya dalam percintaan, cerita tidak banyak menggambarkan secara perincian pergulatan jiwa nan dia rasakan. Pembaca mungkin bakal lebih memahami perjalanan Tabi jika terdapat penjelasan nan lebih luas mengenai perasaan, ketakutan, alias ekspektasi baru nan dia miliki terhadap hubungan di masa depan.
- Konflik Emosional Kurang Dieksplorasi
Beberapa bentrok emosional dalam cerita terasa melangkah cukup cepat. Padahal, tema luka masa mini dan proses pengobatan diri mempunyai potensi untuk digali lebih dalam. Jika bentrok jiwa dan proses refleksi Tabi diperluas, perjalanan emosional tokohnya bisa terasa lebih kuat dan memberi akibat nan lebih mendalam bagi pembaca.
Penutup
Nah grameds, itu dia adalah ulasan singkat mengenai kitab Tabi karya Marchella FP, Buku ini merupakan kitab karya Marchella nan berbeda dengan karyanya sebelum nya, kitab ini merupakan novel skematis nan bakal membawa Anda pada cerita Tabi untuk menyembuhkan luka dari masalah percintaan. Buku cocok untuk Anda wanita nan sedang mengalami perihal nan sama dengan Tabi, mempunyai masa lampau nan membikin trauma, kandas dalam percintaan dan mau menyembuhkan luka.
Jika Grameds tertarik membaca kitab Tabi. Grameds bisa mendapatkannya di Gramedia.com alias toko kitab Gramedia terdekat di kotamu. Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan kitab nan berbobot dan original agar Grameds mempunyai info #LebihDenganMembaca
Penulis: Devina
Rekomendasi Buku Terkait
1. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini


Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP mengisahkan sebuah family nan tampak harmonis, tetapi sebenarnya menyimpan bentrok besar dari masa lalu. Rahasia itu tidak pernah dibicarakan lantaran dianggap terlalu menyakitkan dan berpotensi merusak keselarasan keluarga. Selama bertahun-tahun, rahasia tersebut seperti peledak waktu nan terus dipendam hingga akhirnya terungkap.
Kebenaran itu terbongkar ketika anak sulung nan sejak mini memikul beban rahasia tersebut tidak lagi bisa menyimpannya sendiri. Keluarga kemudian mengetahui bahwa Awan, sang anak bungsu, sebenarnya mempunyai kerabat kembar nan meninggal saat lahir. Meski awalnya mengejutkan dan menyisakan kekecewaan, perlahan mereka belajar memahami argumen di kembali rahasia tersebut dan akhirnya berbaikan dengan masa lalu. Dari sana, family ini mulai melangkah menuju kehidupan nan lebih jujur, saling memahami, dan penuh harapan
2. Kamu Terlalu Banyak Bercanda


Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda merupakan kumpulan surat nan ditulis oleh Awan, salah satu tokoh dari Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP. Surat-surat tersebut berisi momen ketika Awan merasa hidup sedang “bercanda” dengannya, saat dia tidak bisa ikut tertawa dan justru kudu menghadapi beragam emosi nan susah dijelaskan.
Isi kitab ini berupa quote dan catatan pribadi Awan nan ditulis selama kurang lebih sepuluh tahun. Melalui tulisan-tulisan tersebut, pembaca diajak memandang hari-hari kelabu nan dia jalani serta emosi sedih, kecewa, marah, dan ragu nan sering kali tidak ditunjukkan kepada orang lain. Dari catatan itu, terlihat bahwa seseorang nan tampak baik-baik saja di luar bisa saja menyimpan banyak luka di dalam dirinya
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati


Ale didiagnosis mengalami depresi akut oleh psikiaternya. Bukan berfaedah dia tidak berupaya memperbaiki diri. Ale sudah mencoba menghadapi beragam masalah dalam dirinya agar bisa diterima di lingkungan pertemanan. Namun usahanya selalu gagal, apalagi keluarganya pun tidak memberikan support saat dia paling memerlukan sandaran. Merasa sendirian dan kelelahan, Ale akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia menyiapkan semuanya dengan rapi, membersihkan apartemen, makan makanan mahal nan tak pernah dia beli, hingga menyanyi sepuasnya di karaoke seolah sedang merayakan hari terakhirnya.
Dua puluh empat jam kemudian, Ale bersiap dengan kemeja dan celana hitam, seperti menghadiri pemakamannya sendiri. Ia memakai topi ulang tahun, menyalakan konfeti, lampau mengucapkan, “Selamat ulang tahun nan terakhir, Ale.” Saat hendak menelan seluruh obat antidepresan nan dimilikinya, dia tiba-tiba membaca rekomendasi pada botol obat: diminum setelah makan. Perutnya berbunyi, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Ale memutuskan sesuatu atas kehendaknya sendiri. Sebelum mati, dia mau makan semangkuk mie ayam terlebih dahulu
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·