Respons Purbaya soal Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi dugaan aliran duit ke Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Djaka Budi Utama nan muncul dalam sidang kasus dugaan korupsi importasi barang. Purbaya menegaskan siap bakal mengikuti perintah Presiden Prabowo Subianto.

"Saya bakal ikutin perintah Bapak Presiden," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Purbaya enggan berkomentar banyak mengenai kesempatan pencopotan terhadap Djaka. Dia mengaku tetap bakal memandang perkembangan sebelum mengambil keputusan.

"Ya kita lihat minggu depan ya," tuturnya.

Jaksa Ungkap Amplop Kode '1' untuk Dirjen Bea Cukai

Diketahui sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) KPK menghadirkan Orlando Hamonangan Sianipar namalain Ocoy selalu Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai (DJBC) sebagai saksi dalam sidang kasus suap importasi peralatan pada Bea Cukai. Jaksa mencecar Ocoy dengan adanya kode pada sampulsurat nan diberikan oleh pihak perusahaan swasta BlueRay.

"Izin majelis, ini kami tampilkan ya foto, kemudian tadi mengaitkan dengan kode-kode nan Pak Ocoy pahami tentang siapa-siapa nan dapat jatah sampulsurat itu. Izin majelis, kami tampilkan sampling sampulsurat nan ada kodenya," kata jaksa KPK M Takdir Suhan.

Jaksa Takdir menyebut ada salah satu sampulsurat nan diperuntukkan untuk Dirjen Bea Cukai dengan kode nomor 1. Ocoy mengaku tidak tahu dengan pemilik sampulsurat dengan kode nomor 1.

"Baik, kemudian izin, majelis, kami tegaskan nan Sales 2, 1 adalah Dirjen Bea Cukai. Nilainya 213.600 dolar Singapura. Itu kami nan menegaskan, kami, lantaran kami nan punya bukti ini. 1, 2, 1, 2, 3 memahami? Maksudnya kode-kode itu memahami?" tanya Takdir.

"Nomor 1 saya tidak tahu, Pak. Nomor 2 saya tahu, nomor 3 saya tahu, Pak," jawab Ocoy.

Jaksa Takdir kemudian bertanya siapa nan memberi sampulsurat tersebut kepada pemilik masing-masing kode. Ocoy mengaku tidak tahu siapa nan memberi.

"Kalau untuk nan kode-kode nan lain ini apakah juga lewat saksi alias sepengetahuan saksi lewat mereka langsung? Dikasih oleh Pak John alias lewat Pak Deddy maupun Pak Andri?" tanya jaksa Takdir.

"Saya tidak tahu, Pak," ujar Ocoy.

Instruksi Prabowo

Prabowo sempat menyoroti keahlian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan memerintahkan agar segera berbenah. Ia meminta Purbaya mengganti ketua DJBC jika dianggap tidak bisa melakukan tugas dengan baik.

"Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita kudu diperbaiki. Menteri Keuangan, jika ketua Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," kata Prabowo saat pidato dalam rapat paripurna di DPR RI, Rabu (20/5).

(fca/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News