Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melakukan restrukturisasi untuk perusahaan pelat merah. Tujuannya untuk merespons perubahan besar dalam lanskap industri, termasuk transformasi kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI).
Dikutip dari laman Yonhap News Agency, Kementerian Keuangan mengatakan restrukturisasi tersebut bukan untuk memangkas biaya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah Korea Selatan mengumumkan cetak biru untuk mengurangi jumlah perusahaan milik negara sekitar 20 persen, dari 524 menjadi 415 perusahaan.
“Kami mengambil pendekatan nan sepenuhnya berbeda dari inisiatif-inisiatif sebelumnya untuk mereformasi perusahaan milik negara,” kata pejabat Kementerian Keuangan Korsel, dikutip dari Yonhap News Agency, Sabtu (5/9).
“(Pada pemerintahan sebelumnya), reformasi ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengatasi pengelolaan nan buruk. Namun kali ini, kami mendorong reformasi nan komprehensif dan berkarakter antisipatif untuk menghadapi tantangan kompleks, termasuk transformasi AI,” tambah pejabat tersebut.
Pejabat tersebut mengatakan meskipun restrukturisasi bakal melibatkan realokasi tenaga kerja, langkah tersebut tidak bakal mempengaruhi total jumlah pegawai baru nan direkrut.
Berdasarkan info Kementerian Keuangan, 109 entitas nan menjadi sasaran restrukturisasi saat ini mempekerjakan sekitar 120.000 pekerja tetap.
Korsel bakal membentuk satuan tugas untuk mengeksplorasi langkah mempersempit kesenjangan bayaran antara lembaga dengan tingkat pembayaran nan lebih tinggi dan lebih rendah, tambah pejabat tersebut.
Pejabat tersebut mencatat restrukturisasi tidak serta-merta berfaedah memindahkan lembaga ke wilayah lain, dengan mengatakan pengaturan tersebut bakal diputuskan secara terpisah.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·