Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia turut merespons positif laporan tentang kesepakatan nan dicapai Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini dinilai sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian bentrok secara damai, dengan memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah.
"Kami memuji upaya semua pihak dan mediator nan telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi perbincangan dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai," tertulis dalam unggahan di akun X resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, dikutip Selasa (16/6/2026).
Lebih lanjut, Indonesia meminta semua pihak untuk terus menahan diri, menjunjung tinggi komitmen mereka, dan terlibat secara konstruktif dalam perbincangan untuk mempertahankan momentum menuju de-eskalasi.
"Indonesia menantikan penerapan kesepakatan ini dan menegaskan kembali kes readinessnya untuk mendukung upaya nan bermaksud untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di area tersebut, sesuai dengan norma internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB," tulis akun Kemlu_RI.
Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump dan perwakilan Iran sudah mengumumkan tercapainya kesepakatan, pasca negosiasi alot nan panjang antara kedua pihak.
Nota Kesepahaman (MoU) selanjutnya bakal ditandatangani pada Jumat (19/6) mendatang di Swiss. Saat ini, MoU itu belum dipublikasikan secara resmi, tetapi ada beberapa poin nan disampaikan dalam kesepakatan AS-Iran.
Salah satu poinnya mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran dengan koordinasi berbareng Oman, penarikan blokade pasukan AS dari pelabuhan-pelabuhan Iran, serta penghantian seluruh operasi militer kedua negara.
Dibahas pula soal penghapusan sanksi-sanksi AS terhadap Iran, transfer biaya Iran nan dibekukan AS, serta program nuklir Teheran nan bakal dibahas lebih lanjut.
(fab/fab)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·